ORANG KETIGA

ORANG KETIGA

  • WpView
    Reads 2,783
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 27, 2020
Kisah hidup seorang perempuan cantik berhijab yang awal mulanya kehidupan perempuan itu tentram dan damai dengan seseorang yang telah memikat hatinya dan akan segera menaiki jenjang pernikahan, namun harapan itu kandas ketika datang seseorang dari masa lalu yang telah membuat hidupnya suram untuk selamanya...... Mampukah ia menghadapai berbagai masalah dihidupnya.... Naura Nur Khalif "Jika kehidupanku saat ini hancur karena masa lalu, maka aku tak ingin memiliki masa lalu" Fahri Pramesti "Aku tak tahu apa yang telah terjadi, yang aku tahu kau adalah perusak cintaku" Basri Anugrah "Entah apa yang membuatku bisa mencintaimu yang nyatanya dirimu adalah wanita munafik bertopeng dua"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Ketika Cinta Mulai Menyapa
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Gus untuk Anisa
  • Cinta Tak Terduga
  • Detik Datang Dan Pergi
  • sebuah janji (end)
  • Alam Beda Satu Tujuan [SELESAI]

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

More details
WpActionLinkContent Guidelines