Story cover for Affection  by Galuhesta
Affection
  • WpView
    Reads 60,840
  • WpVote
    Votes 6,198
  • WpPart
    Parts 14
  • WpView
    Reads 60,840
  • WpVote
    Votes 6,198
  • WpPart
    Parts 14
Ongoing, First published Jan 14, 2018
Mereka memberi afeksi dengan total, tak tanggung-tanggung, tak ada sisa barang sepercik untuk sekadar jaga-jaga kalau sang penerima tak bisa lagi coba terima, atau menerima dalam kelesapan. Lalu mereka kepayahan, bahkan tatkala untaian kata beterbangan pada udara di sekitar mereka. "Relakan sesuatu yang sudah hilang, merasa cukup pada apa yang masih tinggal, dan biarkan saja limpahan afeksi terus mengalir tanpa tahu diri." Mereka tetap payah untuk susun kepingan hati yang hancur sebab harap-harap pada leburnya dia yang mustahil terima perbaikan.

Copyright©2019 by Penazora
Picture by Pinterest
All Rights Reserved
Sign up to add Affection to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah by akmal1505
25 parts Ongoing Mature
Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.
You may also like
Slide 1 of 9
Topeng cover
Nanti Juga Sampai cover
Kepingan yang Hilang cover
"Berikan kami kesempatan kedua, Dirga!" (Ch) cover
Abang - Lee Haechan cover
Bawa Aku Pulang  cover
Fly Away Season 2 cover
Star - Gempa (End) cover
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah cover

Topeng

14 parts Complete

Kekecewaan akan sesuatu yang sangat di percaya akan berdampak fatal. Sama halnya seperti Dina, gadis yang terlalu percaya akan apa yang di katakan ayah dan adiknya berubah menjadi malapetaka. Tapi bukan berarti kita harus menghilangkan rasa kepercayaan kita sama seseorang bukan? Cerita ini bukan tentang jatuh cinta, perjalanan cinta atau yang lainnya. Cerita mengarah ke Family and bergenre Angst. Seperti yang kita Tahu, sebuah topeng hanya untuk menutupi kepura-puraan, tapi bagaimana bila kita memilih membuka topeng yang kita pakai dan menampilkan reaksi kita? Kita pasti akan terlihat jahat bukan? Hanya satu yang ingin aku kasih tau. jangan pernah mempermainkan kepercayaan orang lain terhadap kita.