Teruntuk Suamiku, kepala rumah tanggaku....
Suamiku, maafkan aku. Maafkan sekali lagi....
Atas sebuah pernyataan. Bahwa selama ini aku tidak pernah mencintaimu. Aku tidak pernah menyayangimu.
Hubungan yang sudah dua tahun kita jalani, yang kata orang itu sebuah rumah tangga. Mereka bilang, keluarga kita harmonis. Kedua belah pihak keluarga rukun dan saling mengasihi. Mereka melihat, kita baik-baik saja. Keluarga kita pun begitu. Mereka sangat berbahagia dengan ikatan kita.
Maafkan aku, suamiku....
Aku tak pernah mencintaimu....
Sejak upacara pernikahan itu, pula sampai detik ini.
Aku belum bisa mencintaimu....
Aku tidak bisa mencintaimu....
Maafkan aku....
Suamiku, aku tahu ini menyakitkan ketika kau menerima kenyataan. Bahwa hubunganku denganmu, segala yang selama ini aku lakukan kepadamu, hanya semata supaya kita terlihat wajar sebagai sepasang suami-istri.
Maafkan aku, suamiku....
****
Terendra tak pernah mengira jika diumurnya yang sudah menginjak kepala empat tiba-tiba saja memiliki seorang putra yang datang dari tempat yang tak terduga.
Bocah 17 tahun mantan anggota kelompok buronan?
Tapi itulah faktanya.
--------------------
#rank1 in najaemin (02/2/2024)
#rank1 in action (26/6/2024)
#rank1 in sick (30/9/2024)