Dawai Cinta & Persahabatan

Dawai Cinta & Persahabatan

  • WpView
    Reads 3,564
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 50
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 5, 2020
* Novel ini diperuntukkan bagi penyuka genre : Action-Romance. Ryan, ketua genk Pelangi selalu menanti kekasih lamanya dengan perasaan tersiksa. Sungguh ia merasa sakit yang teramat sangat karena bukan hanya kehilangan memory tentang Mawar putihnya, tapi juga nggak bisa menjaga gadis yang dicintainya itu dari derita. Saat Linda datang ke kampusnya, hati Ryan tidak bisa dikendalikan. Ryan bahkan tidak ragu menggoda Linda di hadapan Andin, gadis yang juga ia cintai. Tika rahasia bahwa Linda adalah Mawar putih itu terkuak, hanya satu keinginan Ryan. Menghukum penjahat terkutuk yang telah membuat Linda sekarat. Meski itu artinya Ryan harus berhadapan dengan musuh dari Sky Widyatama yang terkenal sadis dan juga bengis. "Sampai tetes darah terakhirku, aku tidak akan sudi tunduk di hadapanmu, penjahat terkutuk. Aku pasti akan memberimu pelajaran yang tidak akan bisa kau lupakan seumur hidupmu karena kau memilihku untuk bertarung denganmu. Kau telah melupakan bahwa di dalam darah ini juga mengalir darah dari ksatria yang tidak sedikit pun gentar menghadapimu." - Linda. "Jangan tangisi diriku yang tidak bisa menjadi Mawar merah untukmu! Di setiap detakan jantung ini, aku terus menyimpan kerinduanku padamu, Mawar putihku." - Ryan.
All Rights Reserved
#179
putri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Girlsfriend's best Friend
  • TWINS DISASTER (END)
  • A Reader Who Wants A Happy Ending
  • That Lady, With All Her Secrets
  • Putih & Abu-abu
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • Terraciel World: A Rival But Tempting
  • ALVARENDRA (KETUA GENG MOTOR)

Shortstorry Tita benar-benar tidak mengerti arti dirinya bagi Adit. Cowok kaku, irit bicara, dewasa, yang sialnya begitu dicintai olehnya. Adit selalu menomor dua-kannya dengan Rani 'sahabat' cowoknya. Bukan sekali dua kali Adit melupakan janjinya dengan Tita, tapi berkali-kali dan alasannya lagi-lagi karena Rani. Katakanlah dirinya bodoh yang selalu mau memaafkan Adit dan melupakan kesalahannya itu, tapi lama kelamaan perasaannya sakit juga. "Hn." deheman Adit membuyarkan lamunan Tita. Tita mendongak begitu melihat Adit berdiri menjulang di hadapannya, dengan wajah flat seperti biasa. Tita tersenyum tipis, ia menyemangati dirinya dalam hati untuk menyampaikan isi hatinya. Sekarang atau tidak sama sekali, batinnya. "Ada apa? jika tidak ada sesuatu yang penting---" "Kita putus saja yaa," potong Tita dengan senyum lima jarinya. Perkataan Tita sukses membuat Adit terpaku di tempatnya. "Terima kasih untuk empat tahun terakhir ini, maaf jika aku merepotkanmu selama ini. Jaga dirimu baik-baik, jangan lupa makan yang teratur. Dan ucapkan salamku pada Rani, terima kasih telah menjagamu selagi aku tidak berada di sampingmu. Kalau begitu aku pulang, Bye Dit." Ucap Tita masih dengan senyuman meninggalkan Adit yang diam membisu di tempat. Kakinya seolah mati rasa saat Tita mengucapkan hal yang tak pernah terpikirkan olehnya. Tanpa Adit sadari setelah Tita membalikkan tubuhnya memunggungi mantan kekasihnya, saat itu lah air matanya turun dengan deras bahunya bergetar menahan suara tangisnya takut Adit mendengarnya. Tita pikir dirinya kuat untuk bertahan di samping pria yang selalu melupakannya, tapi ternyata dugaannya salah. Dia tidak sanggup lagi untuk bertahan di sisi Adit, toh selama ini yang selalu menjadi pusat dunia Adit bukan dirinya melainkan Rani-sahabatnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines