Game Over
  • WpView
    Reads 196
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 5, 2018
"tidak, aku tidak... " ucapanku terputus karna ia menarik pergelangan tanganku dengan keras sehingga aku berbalik ke arahnya dan menabrak dada bidangnya. Ia menatapku dengan pandangan yang tak terbaca, ada amarah, kecewa dan juga cinta...? Ini tidak benar, pasti aku salah menilai tatapannya. "aku tak percaya ini, beraninya kau mencurangiku Tsuraiyya" ia menyeringai keji. Aku tak menyangka semuanya akan jadi begini, sungguh kalau aku diberi pilihan maka aku lebih memilih untuk tidak pernah mengenalnya dan terjerumus sejauh ini. "baiklah sayang, akan ku perlihatkan padamu seperti apa rasanya dihianati dan ditipu..." ia menarik nafasnya dalam, dan menatapku nyalang. "seperti apa rasanya hidupmu dihancurkan hingga berkeping keping sampai kau akan lebih memilih untuk mati dari pada hidup" tatapannya begitu kejam dan terus saja menyeringai keji. "ini sa...salah faham, dengarkan aku dulu"cicitku tak berani menatapnya. Mataku sudah berkaca kaca. tidak... Aku tidak boleh menangis. Aku sungguh merasa sakit sekarang, rasanya ada tangan tak kasat mata yang tengah meremas jantungku. Aku tau sulit baginya untuk percaya, lagi pula ini memang mauku bukan? Lantas untuk apa aku menyesali rencanaku dan berusaha meyakinkannya kalau sebenarnya ini tidak benar, dia salah faham. "semua.sudah.terlalu.jelas" ia menekankan suaranya disetiap kata yang ia ucapkan. "jadi tutup mulutmu, penghianat... " Ia semakin mengencangkan genggamannya dipergelangan tanganku, membuatku meringis kesakitan. "mas Azham, kau menyakitiku" air mataku lolos begitu saja, padahal sudah sekuat tenaga kucoba untuk menahannya. Mas Azham membuang pandangannya dariku. "kau kira aku peduli heh? Bahkan aku ingin sekali membunuhmu! " ini keterlaluan, kenapa dia harus semarah ini. Bukankah, bukankah...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Kita-DewNani (B×B) ✓
  • YOUNIVERSE (Tahap Revisi)
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • MY DESTINY (COMPLETED)
  • Dibalik Tawa
  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • Bukan Istri Pura-pura
  • 💔How If, I Love You Too💙✓

Pernahkah kalian mendengar bahwa "Kita punya cinta tapi Dunia punya norma?" Norma dan Aturan dunia yang sudah kami langgar bersama-sama Memang benar kata orang Cinta itu Buta sampai-sampai aku tak bisa membuka mata kembali untuk mencari sosok yang dapat menggantikan dirinya Menurutku dia sempurna, jauh dari kata sempurna tidak ada kata yang dapat mendeskripsikan bagaimanakah sosok dirinya "Aku akan melawan seluruh dunia hanya untukmu" "Tapi, kau tau bukan bahwa dunia ini tidak mendukung keputusan kita.." "Aku tidak percaya dengan yang namanya dunia, dunia terlalu kejam bagi orang-orang seperti kita.." "Aku tau itu tapi.. kita tidak bisa egois dunia punya aturan dan norma yang berjalan, mereka tidak akan mau untuk menyetujui keputusan kita.." "Jangan menyerah aku mohon, kita akan memperjuangkan nya bersama-sama melawan semua yang menghalangi kita.." "Aku tidak bisa.." "Kenapa kau menyerah? kita sudah pernah berjanji untuk selalu bersama-sama dalam menghadapi rintangan bukan?" Dia tak bergeming, hanya diam membisu setelah pertanyaan yang aku ucapkan, Mungkin hal ini terlalu berat untuknya --- Ketika netraku pertama kali melihat sosok dirinya yang berdiri dihadapanku. Satu kata yang terucap dari bibirku "Cantik" Kulitnya yang putih, garis rahangnya yang tegas, mata berwarna hazel, serta bulu mata lentik yang berkibar ketika terkena angin senja. Disini detik ini waktu ini aku pertama kali melihatnya. Ketika tak sengaja tatapan kami bertemu dia akhirnya tersenyum padaku, hatiku luluh seakan semua jiwaku terbawa bersama dengan senyumannya. --- Happy Reading

More details
WpActionLinkContent Guidelines