Do'a di Sepertiga Malam

Do'a di Sepertiga Malam

  • WpView
    Reads 1,569
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 29, 2019
Ayunda, gadis desa berumur dua puluh tujuh tahun. Beberapa waktu lalu ia memiliki kekasih. Tapi semuanya hancur saat ia mendengar bahwa lelakinya itu melamar wanita lain. Ayunda sempat hancur karenanya. Kemudian ia sadar cinta terbesarnya semestinya bukan untuk sesama makhluk. Ada Sang Pencipta yang harusnya ia cintai lebih dari kata besar. Ayunda tinggal di desa, bukan di kota dengan karir cemerlang. Umurnya yang sudah hampir kepala tiga itu membuat semua orang khawatir. Keluarga dan tetangganya selalu menyindir Ayunda perkara pendamping hidup. Ayunda tertekan. Dia bukan tidak ingin menikah tapi ia belum menemukan lelaki yang berani nelamarnya. Kalau lelaki yang mengajak pacaran? Oh, tidak. Ayunda tidak ingin lelaki seperti itu. Sampai ketika kabar dirinya akan menikah membungkam mulut para tetangga. Tapi semua tidak seindah film. Ayunda mendapatkan tekanan lain dalam pernikahannya. Dia gadis baik. Seharusnya ia bahagia. Tapi siapa yang tahu akhir kisah pernikahannya. *** Cover by Reni
All Rights Reserved
#16
tahajud
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imamku Bad Boy ( END )
  • Mr.Cool is My Husband (On Going)
  • Setulus Kasih Aisyah [Terbit]
  • AIR MATA SURGA
  • Harta Tahta Janda Muda Sholehah
  • RINDU (EBOOK)
  • Cinta yang Tak Pernah Kau Pandang
  • Kata Cinta Dalam Doa [END/Tersedia Lengkap]
  • Moonlight Glow in the Heart [On Going]
  • The Perfect Wife For Ilyas

COVER BY @INDIYANA123 cinta akan tumbuh dengan seiring berjalannya waktu. kehidupan manusia itu tak jauh berbeda dari alam sekitarnya, pepohonan menjatuhkan daun karena daun-daun itu sudah tidak layak lagi melakukan fotosintesis pohon dalam bertahan hidup. ketika pohon-pohon itu telah mati dan tidak bisa lagi menghasilkan oksigen, maka para manusia tidak bisa bernapas dengan bebas lagi. karena tidak adanya pohon maka udara akan tercemar.. kejadian itu mungkin telah terjadi beberapa tahun lalu, namun aku masih takut untuk mengingatnya kembali. masih merasa takut, takut untuk mrncintai lawan jenis. lalu, apakah aku bisa membangun rumah tangga tanpa adanya cinta didalam? bisakah aku mencintainya, seseorang yang kini telah menjadi imamku. HASIL KOLABORASI DENGAN @INDIYANA123

More details
WpActionLinkContent Guidelines