Existential Loneliness Mental Syndrome

Existential Loneliness Mental Syndrome

  • WpView
    LECTURAS 419
  • WpVote
    Votos 20
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadConcluida mié, ene 16, 2019
WpInfo
No ficción
Karya ku ini mengenai semua isi dari ke-absud-an pikiran dan pemikiran ku, meliputi kesendirian, kesepian, dan kesunyian. Selain itu, karya ku ini juga berisi pandangan-pandangan ku mengenai diri dan hal-hal di sekitar diri. Silahkan dinikmati!
Todos los derechos reservados
#120
alam
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Batas-Batas Eksistensialisme
  • Jovita (End)
  • Let It Fall [Tamat]
  • Penghuni Malam
  • Kumpulan Cerpen Dan Prosa
  • Short Story
  • Tulisan Terakhir (ZeeSha) New version ✓
  • DAREL (END)
  • New Journey, New Project
  • Pers Kampus 2.0✔

Zona tak terbatas seolah memberi ruang untuk kebebasan mengkritisi segala hal, namun sebagian besar dari pikiran itu tidak layak berkeliaran di kepala. Dalam esai ini, saya menghadirkan potret kehidupan di sebuah kota industri yang terpukul hebat oleh pandemi. Cerita dengan momen yang mulai mengalir sejak pertengahan tahun 2020, setiap sudut kota tidak lagi sama, terkekang oleh kebijakan pembatasan yang menjadikan kita asing satu sama lain, kehilangan arah, dan beradaptasi dengan rutinitas yang semakin menyesakkan. Melalui perspektif pribadi, saya mengeksplorasi eksistensi kehidupan yang diwarnai oleh pertemuan singkat dengan orang-orang baru, dialog spontan yang memecah keheningan hiruk pikuk kota, serta momen-momen yang mengungkapkan keunikan setiap individu di antara deru aktivitas tak pernah terduga. Saya menggambarkan suasana kota yang memancarkan kehidupan, menceritakan keberagaman emosi, keinginan, dan impian yang mengalir di tengah kebosanan. Alam selalu punya cara untuk menghapus seluruh keluh kesah. Pantai-pantai dan tempat indah lainnya biasanya bersembunyi di sudut-sudut paling tepi dari kota, atau kadang-kadang mereka hadir di tengah hiruk-pikuk kota yang tidak pernah tidur. Kita hanya perlu kedamaian untuk meredam kebencian yang ada dalam diri. Makna yang mungkin sudah lama terkubur dalam nurani, namun tertutup oleh kekecewaan dan kesedihan yang tak kunjung usai.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido