We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ikemen Sengoku, Katakura Kojuro

Ikemen Sengoku, Katakura Kojuro

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jan 16, 2018
WpInfo
Fanfic
Seita Oda memang terkadang perilakunya agak menyebalkan. Namun sebagai guru TK, aku harus sabar menghadapinya. Seita masih sesumbar dia seperti melihat sebuah lorong yang sangat panjang dan melihat seorang Samurai sedang bertarung. Pikirku.. Ah.. itu hanya imajinasi seorang anak TK. Seita memang suka sekali berkhayal. Jadi, aku memakluminya sebagai cerita biasa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [✓] Daisy's Memories [Umemiya X F.Readers]
  • Oni
  • AUTUMN SERIES ✔
  • KEPOIN SEMUA SUPA SENTAI
  • 𝗔 𝗦𝘄𝗲𝗲𝘁 𝗙𝗶𝗴𝗵𝘁𝗲𝗿'𝘀 𝗝𝗼𝘂𝗿𝗻𝗲𝘆:  Wind Breaker X Reader
  • LOVE or HATE
  • Sakura Twins [ Sakura Haruka and Reader's ]

[Selesai] [warning beberapa chptr R21] Sebuah sapaan hangat sesuai dengan hari yang cerah terdengar oleh para penjaga toko-toko sekitar jalanan. "Selamat pagi, hari ini rotinya sama seperti biasa selalu harum paman, membuat hari ini semakin indah dan nyaman". Sang penjual merespon tak kalah hangatnya "Tentu, namun lebih indah alara-san, lihat semua pedagang ingin disapa". Sang gadis hanya mampu tertawa canggung apabila ada seseorang yang memujinya karena dia tahu bahwa tidak ada yang bisa dipuji dari dirinya yang sesungguhnya. "Ini masih pagi namun ternyata kamu sudah membuat semua orang di bofurin ingin disapa, hm?" pertanyaan dari seorang pria yang suaranya sangat ara tahu itu siapa. "Ume, kebiasaan kamu selalu bikin kaget tiba-tiba muncul" ucap sang gadis dengan tersenyum. Kedua insan manusia yang terlihat sangat serasi dengan warna rambut yang sama yang entah bagaimana semesta ternyata mampu untuk mempersatukan kedua karya indah ini untuk saat ini, ya untuk saat ini. Banyak hal yang terlupakan, terjadi ataupun tiba-tiba hadir, terkadang manusialah yang mampu menentukan kemana ceritanya akan terbawa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines