Random
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 7, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Ini adalah kisah kami, emosi yang terkubur dalam didada, mendobrak, menuntut untuk segala perasaan yang telah tenggelam dalam lautan sunyi. Kami tulis kisah kami, dari tangan yang diperintah prosesor raga. Goresan demi goresan kami tumpahkan dalam secarik kertas, mewakili segala emosi dan perasaan. Ini adalah kisah kami. *** Ini adalah cerpen, quotes, puisi dari berbagai sumber, dari teman-teman yang bersedia mengirimkan goresan idenya pada kami. *** Terima kasih untuk semuanya, Dan selamat menikmati :)
All Rights Reserved
#243
experience
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Simfoni
  • Andai bisa
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Tak Terucap
  • Dibalik Diam.
  • About Secret Admirer #Wattys2017
  • Aku (Selesai)
  • Satu Bait Tentang Hidup

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines