Story cover for Melukis Awan by fluffballdrummyyy
Melukis Awan
  • WpView
    Reads 5,940
  • WpVote
    Votes 543
  • WpPart
    Parts 31
  • WpView
    Reads 5,940
  • WpVote
    Votes 543
  • WpPart
    Parts 31
Ongoing, First published Jan 16, 2018
Percayakah kamu akan takdir?
Percayakah kamu bahwa jari tiap orang dihubungkan oleh benang merah tak kasat mata?
Percayakah kamu tiap rusuk wanita adalah milik seorang pria?
Percayakah kamu, takdir adalah hal paling ajaib di dunia?

Jika dia adalah takdirmu, sejauh apapun dia pergi, sebanyak apapun hati yang ia singgahi, ia akan kembali kepada rusuknya yang sejati.

Ini kisah tentang sang Awan, yang menyimpan ribuan misteri di antara gumpalan kapas lembutnya...
All Rights Reserved
Sign up to add Melukis Awan to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
BULAN (END) by iloveyoubyy
34 parts Complete
Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020
You may also like
Slide 1 of 9
Last love cover
Altair & Aquila  cover
AMENABLE [COMPLETED] cover
BENANG MERAH (End) cover
THE SECRET OF BILLIONAIRE'S GIRLFRIEND (Sudah Terbit) cover
Love Hurts Jimin X You (Bagian 1&2)  cover
BULAN (END) cover
Delayed happiness cover
Number One (completed) cover

Last love

14 parts Complete

Siapa bilang yang istimewa akan kalah dengan yang selalu ada? Salah besar! Bahkan yang setia, yang memperjuangkan, ataupun yang berkorban akan kalah dengan TAKDIR. Kukira aku bisa mempermainkan takdir, tapi malah aku yang dipermainkan takdir. Percayalah takdir akan memihak pada ketulusan...