Story cover for HE CAME (GHOST) by reniagustiani10
HE CAME (GHOST)
  • WpView
    Reads 1,889
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 1,889
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Jan 16, 2018
Riana seorang gadis indigo yang berusaha menyelamatkan keluarga dan keempat sahabat nya dari dendam masalalu.

Cerita ini berdasarkan karangan belaka namun di pertengahan part akan ada cerita yang nyata dari pengalaman kita berlima.
All Rights Reserved
Sign up to add HE CAME (GHOST) to your library and receive updates
or
#267hantu
Content Guidelines
You may also like
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
93 parts Complete
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.
INDIGO 2 ✓ by Maknanawww123
46 parts Complete
INDIGO 2 - Genre : Horor Romance ________ Cerita ini merupakan cerita lanjutan dari INDIGO yang pertama. untuk yang belum membacanya, silahkan baca terlebih dahulu, lalu melanjutkannya ke cerita ini ya! Peran utama masih sama, Tera Ervania. Hanya saja akan ada beberapa nama tokoh baru di dalamnya, penasaran? Yuk baca~ Deskripsi : Adel mengalami mati suri, awalnya Tera tidak ingin ikut campur karna itu bukan urusannya. Namun rupanya kejadian yang menimpa Adel, berkaitan dengannya, hingga membuatnya harus menuntaskan urusan dengan makhluk gaib. Tera tidak sendiri. Apapun masalah yang ia hadapi, ada kedua sahabatnya yang slalu berdiri di sampingnya siap siaga ketika ia membutuhkan. Mereka adalah Satria dan Raka, tapi yang paling menjaga Tera adalah Satria. Semenjak kehilangan Arkan dua tahun lalu, Tera menjadi gadis yang mudah sekali tersinggung, bahkan gadis itu nampak bersikap dingin dan ketus terhadap orang asing di sekitarnya. Namun lama kelamaan sikapnya yang seperti itu memudar, setelah ia menyadari kehadiran pria yang slalu ada untuknya, tulus mencintainya. Pria itu mengatakan, "Seseorang yang udah gak ada di doain, bukan di tangisin. Apa yang udah hilang itu di ikhlasin, bukan terus-terusan di kenang" Misteri yang ada dalam cerita ini random, akan ada beberapa misteri yang terus Tera telusuri. Mendadak ia menyukai hak berbau horor, dan menyadari bahwa rupanya menjadi indigo bukanlah hal yang buruk jika di jalani dengan tulus. Tentu saja seseorang di berikan kemampuan oleh yang maha kuasa karna ada maksud dan tujuan, jadi Tera percaya bahwa Tuhan memberikan kemampuan itu untuknya, sebagai dorongan agar slalu mengingat Tuhannya.
MY ADORABLE NEIGHBOR  by KertasHening
57 parts Ongoing
Apa jadinya jika ruang gelap yang dingin dihadapi oleh benda berkilau yang hangat? pasti menakjubkan. Gadis kecil yang awalnya ogah-ogahan pindah rumah sampai tantrum berkali-kali tetapi berubah pikiran dalam waktu beberapa hari. Lira kecil menemukan hal menarik yang membuat dirinya ingin menetap, alasannya Narendra Ezra Putra. Bocah laki-laki sebrang rumahnya yang tidak pandai bersosialisai namun sangat menawan, Lira sampai jatuh hati loh. Beranjak dewasa tidak banyak mengubah sikap Aren, tetapi hubungan dan ikatan mereka tidak bisa disepelekan. Seperti saat di sekolah menengah atas. "Lira Lira!" seorang pria dengan wajah memar dan baju kusut berjongkok dihadapan Lira yang sedang berpangku tangan, dia menatap heran. "Si Narendra itu monster, engga pandai berteman dan sekarang mau jadi preman." Nada adu domba yang pekat. Lira tersenyum lebar, matanya membentuk bulan sabit, "Benarkah?" kepalanya menoleh ke arah pintu kelas, dia menghampiri laki-laki yang berdiri tegak ditengah pintu, lalu "Hebat! Aren mulai berubah perlahan." Matanya berbinar sambil mengusap rambut Aren bangga. Satu kelas ternganga, adegan macam apa ini? Orang adu jotos malah diapresiasi, arena tinju, kah? Lira mungkin lahir dengan segudang dukungan dan cinta kasih di sekelilingnya, dia tidak akan redup hanya karena satu orang meninggalkannya. Namun, Narendra bisa kehilangan cahayanya jika Lira tidak lagi memedulikannya. 22 Januari 2025💐 Cover by pinterest Edit by canva
You may also like
Slide 1 of 10
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  cover
INDIGO 2 ✓ cover
Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat ) cover
RALILAC  cover
Perjanjian ( Selesai) cover
My Girlfriend is a Ghost  cover
Komplotan Tidak Takut Hantu cover
GADIS BERSAYAP HITAM  cover
MY ADORABLE NEIGHBOR  cover
Misteri Kehilangan di Sekolah Angker cover

PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)

93 parts Complete

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.