Mengukir Mimpi

Mengukir Mimpi

  • WpView
    Leituras 305
  • WpVote
    Votos 23
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, fev 6, 2018
WpInfo
Ficção
Temas Sociais
Jika anak-anak berusia 16 tahun biasanya memiliki cita-cita ingin bekerja di kota dan menjadi pengusaha setelah tamat STM nanti, itu sangatlah berbeda dengan Akhdan, seorang anak yang di lahirkan dari rahim seorang ibu yang berprofesi sebagai seorang petani dan memiliki ayah seorang buruh belantik sapi. Ya, walau hanya anak seorang petani, walau hanya anak seorang buruh belantik sapi, mimpinya tak sedangkal genangan air setelah hujan, mimpinya sangat pekat. Seperti malam tanpa bulan dan bintang, dan seperti siang tanpa sinar sang mentari. Mimpinya bahkan tak bisa dibayangkan, sangat hitam, sangat gelap, tetapi penuh dengan warna, bagaikan sebuah pelangi, karena warna hitam adalah campuran dari seluruh warna yang ada di dunia ini. Cobalah campurkan semua warna cat warnamu, pasti menghitam. Kenapa bisa seperti itu? karena warna hitam adalah kesempurnaan.
Todos os Direitos Reservados
#789
spiritual
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Jejak Langkah di Tanah Borneo
  • HAMASAH CINTA (END)
  • Tentang Pemimpi (Kisah Meraih Beasiswa LPDP)
  • Aurakham (Aurora & Arkham) [End]
  • IPS 3
  • Journey Of My Life
  • Karam [✔]
  • ZAHTHAR [END]
  • Diary Hijrah, ANTAGONIS [Completed]
  • Bumi Santri🍁(TERBIT)

* Malam Penghakiman: Fitnah keji mengguncang kampung halaman Surya dan Aminah. * Api Cemburu dan Tuduhan Palsu: Akar dari fitnah mulai terkuak, melibatkan dendam dan kesalahpahaman. * Pengusiran di Bawah Rembulan Sendu: Keluarga Surya dipaksa meninggalkan tanah leluhur dalam kesedihan. * Jejak Langkah Penuh Keraguan: Perjalanan awal yang berat, tanpa tujuan pasti. * Ombak Ketidakpastian: Menumpang perahu menuju Kalimantan, diombang-ambingkan rasa takut. * Pelabuhan Asing, Hati Bimbang: Tiba di Kalimantan, menghadapi kerasnya kehidupan perantauan. * Gubuk Impian, Kenyataan Pahit: Tempat tinggal sementara yang jauh dari harapan. * Peluh Pertama di Tanah Rantau: Surya mencari pekerjaan serabutan demi sesuap nasi. * Air Mata Aminah di Balik Senyum Palsu: Berusaha tegar meski beban hidup semakin berat. * Bintang Bertanya, Asa Belum Padam: Kepolosan Bintang menjadi penyemangat di tengah kesulitan. Bagian 2: Bertahan dan Berjuang (Bab 11-20) * Sekolah Sederhana, Mimpi Besar: Bintang mulai bersekolah, menumbuhkan harapan baru. * Tangan-Tangan Uluran yang Tulus: Pertemuan dengan orang-orang baik di tanah rantau. * Ujian Pertama: Badai dan Banjir: Alam menguji ketahanan keluarga Surya. * Fitnah Lama Bersemi Kembali: Masa lalu yang kelam menghantui di tempat yang baru. * Kesalahpahaman dan Pertengkaran: Tekanan hidup memicu konflik antara Surya dan Aminah. * Persahabatan Bintang dan Anak Lokal: Integrasi dengan lingkungan baru melalui pertemanan. * Surya Tertipu, Harapan Terkikis: Pengalaman pahit dalam mencari pekerjaan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo