Lluvia sudah sejak dulu tidak suka dengan sosok laki-laki itu, dan rasa tidak sukanya berubah menjadi benci, ketika dengan mata kepalanya sendiri, dia melihat laki-laki itu curang dengan tunangan abangnya, " Yang tidak saya habis pikir, bisa-bisanya kamu curang dengan tunangan sahabat kamu sendiri, abang saya " bentak Lluvia pada laki-laki yang ada dihadapannya. Nasib berkata lain, jodoh memang tak pandang kepada siapa dia harus menepi, " What!!!...aku harus menikah dia " jerit Lluvia tidak percaya
More details