It Has Always Been You (Years, #3)

It Has Always Been You (Years, #3)

  • WpView
    LECTURES 10,832
  • WpVote
    Votes 397
  • WpPart
    Chapitres 49
WpMetadataReadEn cours d'écriture10h 55m
WpMetadataNoticeDernière publication mer., nov. 28, 2018
Dengan membawa masa lalunya yang kelam, Elsa memasuki kehidupan barunya di rumah keluarga Jurnadi. Ia bekerja sebagai pelayan di rumah itu sekalipun seharusnya ia berada di sekolah untuk belajar dan mengejar cita-citanya. Tapi sejak itulah hidupnya berubah drastis. Nathan, si anak ketiga sangat penasaran akan sosok Elsa. Gadis itu pintar dan sangat sopan namun juga menjaga jarak. Ia mendekati Elsa dengan harapan bisa mengetahui rahasia gadis itu. Tapi ia tidak menyangka perasaannya tumbuh semakin kuat seiring banyaknya waktu yang dihabiskannya untuk mengenal gadis itu. Sampai akhirnya Elsa meninggalkannya...
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Gemini
  • Tak Pernah Terungkap
  • Sebelum rumah itu jadi
  • Your Deepest
  • SEPULANGNYA AKU BERLAYAR
  • The Journey of Love and Friendship
  • The Lonely Millionaire Volume 1
  • 𝐒𝐡𝐞'𝐬 𝐌𝐲 𝐎𝐛𝐬𝐞𝐬𝐬𝐢𝐨𝐧 { 𝗢𝗚 }
  • (TERBIT) FBS [6] | Tiga Arah Pulang ✓
  • Thorn of the Silver Crown
Gemini

Gemini; Tentang Dia yang Pergi Hanya ini yang bisa kutuliskan sebagai rasa penyesalanku padamu. Andaikan kau membacanya, pahamilah. Pahamilah penyesalanku, pahamilah rasa bersalahku, pahami, tapi jangan kembali. Apa aku salah, saat aku menginginkan ia tak kembali? Apa aku salah, saat kutakut bahkan mendengar nama itu saja? Apa aku salah, saat aku menyalahkan diriku atas salahku? Aku, Regan Geminandra, manusia paling salah sedunia. Aku, Regan Geminandra, orang terbodoh sedunia. Aku, tak pernah berharap agar ia kembali. Tapi, bagaimana caranya aku minta maaf bila ia tak kembali? Apa ia tau akan rasa penyesalanku ini? Ah, aku berharap ia dapat tahu, ia dapat paham, tanpa kuberitahu. Biarlah aku disini, terdiam ditelan dan dihujam rasa bersalahku sendiri. Biarkan aku, jangan cari aku, jangan sebut nama itu. Satu nama, hanya nama itu saja. Ayu.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu