Langit
  • WpView
    Reads 839
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 2, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Apakah kamu pernah memendam perasaan kepada seseorang ? apa yang akan kamu lakukan ? apakah kamu akan mengungkapkannya ? atau membiarkan ia tersimpan rapat bertahun - tahun dalam suatu map yang tersusun rapih kemudian ditaruh dalam suatu lemari yang terkunci dan berharap tak ada satu orang pun yang mengetahui ? atau memilih menceritakan segala sesuatu asa kepada "langit" berharap semesta berbaik hati untuk menyampaikan suatu pesan rindu yang mustahil untuk sampai kepada sang tuan ? Ah, seandainya mengatakan itu semudah saat aku memasak mie ramen instan seandainya rasa gengsi itu dapat dikalahkan dengan rasa rindu selayaknya api yang mengalah pada air , pasti takkan pernah ada rasa penyesalan itu. (25/01/2018)
All Rights Reserved
#41
langit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FREEDOM | KEBEBASAN [✓]
  • Ashraf & Suri
  • Broken Bodies (21+)
  • DUA DUNIA ✔️
  • MY DEAR LOSER
  • She, My Exception

Seringkali atma berbisik sendiri, bertanyakan bila kesudahannya. Lelah? Memang. Penat? Itu pasti. Sesak? Selalu terjadi. Sehinggakan dia tertanya, mengapa Tuhan tidak bersikap adil kepada dirinya? Mengapa dunia ini terlampau kejam buat dia? Air mata, menjadi peneman setia. Seakan menyalurkan kekuatan dalam menahan walang hati yang menikam tanpa belas kasih. "Semua yang berlaku ada hikmahnya, Mina. Baik kau nampak ataupun tidak, satu hari nanti kau akan faham kenapa Tuhan uji kau sampai macamni sekali." - LAURIS INI bukanlah kisah percintaan yang tinggi nilai cintanya, mahupun kisah fantasi yang penuh dengan magis dan ilusi. Tetapi ini hanyalah sebuah rentetan hidup seorang Larmina. Nasibnya sangat malang. Jiwanya pula meronta menginginkan kebebasan, disebabkan liku-liku hidup yang penuh ranjau dan duri dalam pahit maung kehidupannya. Begitu juga dengan janji, untuk dia kecapi bagi melunaskan sebuah permintaan yang dihajati. 'Aku pasti akan tunaikan suatu harapan, suatu permintaan dan suatu keinginan yang menatang keharuan, suatu janji pada diri sendiri yang bertolak dari titik-titik derita.' "Pasti!" Berlalunya masa, dari hari ke hari... Mampukah Larmina untuk terus tabah dalam mengatasi apa jua rintangan yang menghalang kemaraannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines