Sorry, But I Love You

Sorry, But I Love You

  • WpView
    Reads 393
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 17, 2018
WpInfo
Fanfic
SHINee
Choi Minho dan Lee Taemin, dua pria yang menjalin persahabatan yang begitu dekat dan erat. Dilain sisi, Lee Taemin, pria dengan paras cantik dan manis itu menyimpan perasaan cinta terpendam kepada sahabat tampannya tersebut. Dan disis lainnya, Choi Minho telah memiliki kekasih. Seorang wanita yang begitu cantik dan elegan. Dan suatu malam, keduanya mabuk dan tanpa sadar telah tidur bersama.. Karena kejadian itu, membuat Taemin hamil. Namun Minho tidak mengetahuinya. Akankah Minho bertanggung jawab? Let's see..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Surgeon
  • (one Shoot) Unexpected affection
  • Akad💐 (seoksoo GS)
  • Parents Line || BANGINHO  ✔
  • HEARTBEAT [✔]
  • Bayi punya bayi?
  • Best Friend
  • kejutan untuk Min Tae Gu (End)
  • First And Last Flowers [Chanmin]

"Apa kamu masih milikku?" Tanyanya. "Maafkan aku tapi aku tidak bahagia lagi" jawabnya dan segera pergi. Gadis itu tertinggal dan menangis di bawah guyuran hujan, gemuruh guntur seakan-akan sesuai dengan gejolak emosi gadis itu. Lee Dain, seorang pria yang berkecimpung di bidang kedokteran dan punya pacar bernama Ahyeon Kim yang calon pengacara. Mereka sangat saling mencintai sejak mereka menginjakkan kaki di bangku kuliah. Mereka berkata, semua orang tahu bagaimana cara mencintai tetapi sedikit orang yang tahu bagaimana untuk tetap mencintai satu orang selamanya tetapi ketika keduanya mengambil jalan mereka bersama, saat mereka tumbuh dewasa dan berpikir bahwa semuanya akan lebih mudah dan akan saling memahami satu sama lain saat masalah datang, tiba-tiba satu dari mereka tidak lagi mencintai. Saat dia menatap matanya, dia tidak bisa melihatnya sebagai masa depannya, sebagai seseorang yang dia butuhkan saat dia kesakitan, seseorang yang dia pikir akan membawanya ke gereja, seseorang yang tidak bisa lagi dia panggil "Milikku". Apa jadinya jika lelaki yang menjadi sumber kekuatanmu meninggalkanmu saat kamu sangat membutuhkannya? Akankah kamu menerimanya kembali atau melepaskannya saja dan memulai perjalanan baru tanpanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines