We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Wild World
  • WpView
    Reads 1,039
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 18, 2014
WpInfo
Fiction
Romance
Tak ada yang lebih menyedihkan ketika dianggap 'pelacur' oleh keluarga Ibu sendiri karena lahir diluar nikah tanpa Ayah. Tak ada yang mau mengakuinya, bahkan ibunya sendiripun lebih memilih meninggalkannya karena tak siap untuk menahan malu. Ia selalu berfikir dunia ini kejam padanya, tak ada yang menginginkan kehadirannya. Itulah yang dirasakan Zevarsya Qinta Janfary, mungkin yang benar-benar menyayanginya adalah ibu angkatnya sekaligus bibinya sendiri, sepupu jauh dari ibu kandungnya. Sejak lahir Zevarsya dirawat oleh bibinya namun tiba-tiba ibunya datang dan mengambilnya dari bibinya yang sudah merawatnya hingga ia berumur 8 tahun, Zevarsya pikir ia akan hidup bersama ibunya namun ternyata dugaannya salah, ibunya malah meninggalkannya pada keluarga ibunya, lebih tepatnya pada ke-empat saudara tiri ibunya. Dan dari situlah Zevarsya mulai merasakan ketidakadilan dunia. Dari situlah ia berpikir bahwa dunia memang kejam. Dari situlah ia mengetahui kenyataannya bahwa sejak awal kehadirannya tak pernah diakui dan tak pernah dianggap bahkan oleh ibu kandungnya sendiri apalagi ayahnya yang entah berada dimana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Kelabu Milik Ara
  • JANJI TANPA SUARA
  • BENCI- Benar Benar Cinta
  • Surat tak berbalas
  • Y.A.K.A.D
  •  Memperjuangkan Harsa
  • ANDAI AKU BISA
  • Suami Adikku, Ayah Anakku
  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • My husband My enemy

"Ada anak-anak yang dilahirkan di bawah langit cerah. Ada pula yang tumbuh di balik kelabu, dengan doa yang tak terdengar." Ara kehilangan ayahnya saat usianya baru 2,5 tahun. Ia tak sempat mengingat hangatnya pelukan seorang ayah, dan kasih ibunya pun jarang ia nikmati. Ibunya sibuk, terlalu sibuk bekerja untuk menghidupi ketiga anaknya seorang diri. Saat usia delapan, ibunya menikah lagi. Tapi kehadiran ayah tiri tak serta-merta mengobati sunyi di hati Ara. Ia tumbuh canggung, asing dengan perhatian yang datang terlambat. Kehidupan membawanya berpindah-pindah-tinggal bersama nenek, berpindah sekolah karena perundungan, lalu hidup seadanya tanpa uang saku, bahkan tanpa makan. Ia dibenci keluarga ibu kandungnya, dimarahi, diusir, dibicarakan. Namun, ia tetap bertahan, hanya karena satu hal: harapan. "Bukan cinta yang menjadikannya kuat, tapi luka yang ia peluk diam-diam." Ara ingin sukses. Ia ingin membalas cinta tulus dari orang-orang yang benar-benar menyayanginya: ibu, ayah tiri, dan nenek kecilnya. Ia ingin mengubah langit kelabu menjadi pelangi, dengan tangannya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines