GORESAN LUKA HATI

GORESAN LUKA HATI

  • WpView
    Reads 61,620
  • WpVote
    Votes 1,223
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 22, 2014
Riani berusaha membunuh bayang-bayang kelam masa lalunya. Namun masa lalu sepertinya belum bisa menjauh dari hidupnya yang baru. Ketika ia mulai menata kehidupannya bersama orang yang mencintainya, Seseorang dari masa lalunya datang dan menggoncangkan hidupnya. Ketika dua hati menunggunya untuk dipilih, manakah yang akan ia pilih? Seseorang yang menawarkan cinta baru bagi kehidupannya,,?? atau Seseorang yang membawa traumanya, ketakutannya, tetapi sudah ia cintai seumur hidupnya?
All Rights Reserved
#44
cerbung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fragmen
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
  • YANG TERBUANG
  • Langit yang tak lagi Sama
  • Eclipsed (Hitam Tidak Sama Dengan Putih)
  • 30 Days Menaklukan Hatinya
  • FORGET HIM
  • Memilih Dia
  • Riana... I Love You (Completed✔)
  • Sunrise in Nightmare
Fragmen

Fragmen potongan kecil dari sesuatu yang pernah utuh, serpihan kenangan yang berserakan, menyisakan jejak samar dalam ingatan. Bagi Rayyan, hidupnya adalah kumpulan fragmen yang tercerai-berai. Masa lalu yang pahit, cinta yang kandas, dan harapan yang nyaris pupus. Dulu, ada Nadia. Ada tawa yang mengisi sunyi, ada percakapan yang menyalakan semesta kecil di antara mereka. Tapi kini, Nadia hanya menjadi bayangan dalam kepalanya. Wajah yang perlahan pudar di balik debu waktu, suara yang semakin samar di tengah riuh dunia. Perpisahan itu bukan sekadar kehilangan seseorang, tapi juga kehilangan arah. Di titik nol, Rayyan memilih bertahan. Ia merangkai ulang kepingan hidupnya, Hingga akhirnya, sebuah kesempatan besar datang, menggiringnya pada sebuah pilihan. Tetap terjebak dalam fragmen yang menyakitkan atau melangkah menuju sesuatu yang lebih utuh. Tapi bisakah seseorang benar-benar lepas dari fragmen masa lalu? Ataukah kenangan yang berserakan itu akan selalu menjadi bagian dari dirinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines