Middle Child Syndrome

Middle Child Syndrome

  • WpView
    Reads 4,564
  • WpVote
    Votes 404
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 21, 2018
Middle Child Syndrome atau Sindrom Anak Tengah adalah sindrom yang seperti namanya, sering dialami oleh anak tengah, terutama anak ke 2 dari 3 bersaudara. Anak pertama atau sulung adalah anak yang ditunggu-tunggu, apapun jenis kelaminnya pasti akan diterima dan disayangi dengan baik dan menjadi kebanggaan keluarga. Anak bungsu adalah anak yang paling kecil, anak yang paling menggemaskan dan menjadi kesayangan keluarga. Sementara anak tengah, tidak pernah mempunyai kesempatan untuk menjadi icon dalam keluarga. Saat sang ayah sibuk membangga-banggakan si sulung dan sang ibu sibuk memanjakan si bungsu, tanpa disadari anak tengah terabaikan begitu saja.
All Rights Reserved
#5
syndrome
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Cinderella Story
  • Semesta untuk sean
  • My Love 2 (Mpreg)
  • RAVEN [ ✔ ]
  • ZIEL
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Baby Delathore
  • Rumah Orang Mati
  • Rintisan Harapan
  • Wake Me Up When September End's ✓ [Lee Know, Juyeon, and Felix]

Middle child syndrome (sindrom anak tengah), dimana seorang anak lebih sering merasa terabaikan, terlupakan, diperlakukan tidak adil, jamak terjadi dalam kehidupan, namum tak disadari. Rania mengalami sindrom ini. Hidup tak pernah mudah bagi seorang Rania. Dari usia sangat belia, sebagai anak tengah ia sudah harus menerima kekerasan verbal, fisik, dan psikis dari orang-orang yang seharusnya tulus menyayanginya. Ia tak pernah mengerti kenapa ia harus menerima perlakuan pahit itu. Tapi hidup harus terus berjalan. Rania harus tetap tegar. Rania tak pernah menyerah. Ia bertekad untuk meraih titik tertinggi dalam pendidikan dan karir, sebagai pembuktian kepada orang-orang yang selama ini menyia-nyiakannya. Bisakah Rania selamanya menjadi pribadi yang tangguh dalam segala permasalahan; pekerjaan dan kesehatan yang dihadapinya? Akankah Rania tetap tak tergoyahkan, di tengah duka dan prahara menjelang detik-detik hari bahagia pernikahannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines