Kabut di Lontontour

Kabut di Lontontour

  • WpView
    LECTURAS 238
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ene 20, 2018
Sebuah epik fiksi sejarah yang berlatarbelakang Perang Banjar (1859 -1905) yang dipimpin Pangeran Antasari. Diang Azizah yang menaruh hati kepada Dayan, tanpa sadar memberikan informasi penting tentang rencana, taktik, dan strategi Pangeran Antasari dan para pemimpin perlawanan rakyat Banjar lainnya. Bagaimana perasaan Diang Azizah ketika mengetahui kebenarannya...?
Todos los derechos reservados
#317
perang
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Villainess Just Want to Die Peacefully [END]✔️
  • Looking For Love [COMPLETED]
  • The Lost Prince of valoria
  • Takdir Di Ujung Pedang (TAMAT)
  • My Dear Celsia [18+] (COMPLETE)
  • In The Queen's Bed (Tamat)
  • Water Lily Of Kurukshetra | Teratai Kurukshetra
  • REBEL HEART (BROKEN HEART SERIES #7)
  • KARMA LAKON : Majapahit Story
  • BERBURU TAHTA WILWATIKTA

[Rated R19+] Mohon kebijaksanaannya saat membaca novel ini. Sekedar untuk hiburan. Irania Mischa, seorang gadis berusia 25 tahun. Mati akibat bun*h diri setelah tak dapat menahan rasa sesak di dadanya. Selama hidup, statusnya yang merupakan anak tertua hanya seperti bayangan tanpa arti. Meski ia telah berusaha, meski ia merasa tubuhnya perlahan hancur, ia tak pernah mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang ia dambakan sejak kecil. Akibat dari tindakannya, ia harus menebus dosa dan hidup sekali lagi dalam sebuah novel dengan judul Lady Asshila. Novel yang ia bakar setelah selesai membacanya. "KAU BISA MATI DENGAN DAMAI JIKA KAU BERHASIL MENYELESAIKAN ALUR NOVEL DENGAN BAIK." Sialnya, Irania tak tahu seperti apa yang dimaksud "baik" oleh suara misterius itu. Hidup segan mati tak mampu, itulah sosok Urania Meshica Shalvione. Putri pertama Marquess Shalvione yang dianggap tidak memiliki kelebihan lain selain kecantikannya. Padahal, seharusnya ia bisa menjadi seorang penerus, hanya saja orang-orang lebih baik menunggu adik laki-lakinya yang masih berusia 10 tahun untuk menjadi penerus. Putri tidak berguna yang memiliki ambisi besar, itulah Urania.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido