We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cinta Dan Keheningan

Cinta Dan Keheningan

  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Fri, Feb 2, 2018
WpInfo
Fiction
Social Themes
Redup cahaya megah yang memerah, menghias alam dalam suasana syahdu. se-syahdu jiwa-jiwa mereka angin yang berhenti berlari melangkah mengiringi laju sang waktu membawa kesejukan dalam rongga kalbu mengalahkan dinginya titik-titik salju.. Aku terpaku dalam diam menunggu waktu yang terlambat datang entah apa yang menjadi penghalang dan aku terpana dalam tanya, mengapa begitu lama terasa padahal hati sudah terbius rasa? IIaly...... bukan nafsu yang menjerat raga bukan hawa yang menarik jiwa tapi rindu hamba yang menggebu menjemputmu dalam batas waktu Jangan baper yaa.. Salam ukhuwah #Laila_nuraini
All Rights Reserved
#775
ilmu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qanita
  • ArKa (End)
  • Bersamamu Halalku √
  • Quwwatul Hub
  • couple till jannah
  • Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅
  • Cinta Di Antara Sepertiga Malamku (Slow Update)
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • Cinta Halal Kita[On Going]
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

More details
WpActionLinkContent Guidelines