4 flower (Bangtan Boys)

4 flower (Bangtan Boys)

  • WpView
    Reads 431
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 5, 2018
"hey! siapa yang ngizinin kalian bertiga ngebully di sekolah?" tanya kim taehyung. yoongi, jin , dan jimin terdiam dan menoleh kearah taehyung. " siniin tasnya!" bentak taehyung. 'kok taehyung kek dewasa gini ya?' pikir yoongi. ' apaan sih nih anak.' pikir jin. 'mulai suka nih kayaknya' pikir jimin. ' kok dia lebih ngebela aku dari pada ketiga adiknya?' pikir Katrina sedikit tersenyum. taehyung membuka tas Katrina dan memberikannya kepada Katrina. "ini"ucap taehyung. saat Katrina ingin mengambil tasnya. taehyung menumpahkan semua isi didalam tas Katrina. "beresin sendiri" ucap kim taehyung lalu pergi meninggalkan mereka. jin dan jimin langsung mengikuti kim taehyung. Katrina menangis saat membenahi tasnya tiba tiba yoongi membantu Katrina membenahi tasnya. "jangan yoongi. nanti aku dimarahin sama kim.." belum sempat Katrina berbicara yoongi sudah menutup mulutnya. "terlalu banyak bicara itu ga baik" ucapnya. "maafin kakak kakak ku tadi ya.." sambung yoongi. "ya tak masalah.. terimakasih yoongi" ucap Katrina sedikit menunduk. "ya" ucap yoongi lalu mengikuti kim taehyung.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • BestFriend [REVISI] - BTS BROTHER (END)
  • GrapicH [✔] JOHNTEN FML
  • Boyfriend-Kth
  • Expectation Of Love (Vrene - Book II)
  • Bunda taehyung~~KOOKTAE
  • TXT x NOONA (BERSAMBUNG)
  • Always Okey
  • Where Your Eyes Linger

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines