Catatan Tengik Anak Teknik

Catatan Tengik Anak Teknik

  • WpView
    Lecturas 6,811
  • WpVote
    Votos 400
  • WpPart
    Partes 19
WpMetadataReadConcluida vie, mar 30, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
Catatan Tengik Anak Teknik merupakan sebuah kisah perjalanan Febri dalam melalui hidupnya semasa kuliah. Siapakah Febri? Dia hanya manusia biasa yang dengan sangat kurang kerjaan menulis ini di semester 5 pada tahun 2016, dan sampai sekarang, dianya sendiri masih belum lulus kuliahnya. Sungguh tidak berguna tulisan ini. Ada banyak cerita yang cukup menarik hati di dalam Catatan Tengik Anak Teknik, baik itu masalah tugas kuliah, percintaan, hubungan jarak jauh, ujian, dan hal-hal menyedihkan dalam dunia perkuliahan. Dikemas dengan rapi dan hati-hati, semoga tulisan ini dapat memberikan inspirasi untuk teman-teman semua agar lebih memilih untuk ternak lele ketimbang membaca tulisan ini. Terimakasih
Todos los derechos reservados
#28
literature
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • CLASS F
  • MY ADORABLE NEIGHBOR
  • Kuliah [REVISI]
  • 99 Days with Pak Dosen [END]
  • Orang Ketiga
  • The Sexy Lecturer Is Mine
  • ARINI [SELESAI]
  • 41 HARI
  • Just A Feeling
  • See You After Midnight [END]
CLASS F

Kelas F di mata penghuni sekolah : 1. Kumpulan anak dengan IQ jongkok. 2. Penghuni tetap ranking 20 terbawah di jurusannya. 3. Solidaritas dalam kelas nilainya F alias fana. Nyaris tidak pernah tercipta. 4. Trouble maker alias parasit sekolah. 5. Para pemilik masa depan kurang jelas. Perihal pernyataan di atas fakta atau bukan, itu tergantung cara kalian memandangnya. Yang jelas, anak-anak itu tidak peduli, atau memilih untuk masa bodoh dengan penilaian manusia-manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Mereka tidak peduli dengan nilai ulangan yang tidak mencapai KKM, dengan materi pelajaran yang diberikan guru, dengan PR yg harus dikumpulkan tepat waktu, dengan tata tertib dan aturan yang tidak boleh dilanggar, juga tentang ujian nasional yang katanya menentukan masa depan. Hingga suatu hari, sang wali kelas terancam dipecat karena dianggap gagal mendidik mereka. Hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan anak-anak itu. Menjadi egois atau peduli. °°° A/n. Cerita ini ditulis sebagai salah satu bentuk kampanye #IndonesiaMembaca dengan bertemakan Teen Literature. #TeenlitIndonesia @teenlitindonesia

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido