Story cover for SECRETS by naislarasati_
SECRETS
  • WpView
    Reads 808
  • WpVote
    Votes 343
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 808
  • WpVote
    Votes 343
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jan 19, 2018
Kau tahu apa yang tersembunyi di balik topengnya?
Di balik topengnya tumbuh seribu duka, mengalir sejuta air mata. Ia tersenyum, tetapi sebenarnya tidak. Ia tertawa tetapi sebenarnya Ia menangis. Ia ceria tetapi sebenarnya Ia bersedih.

Apa kamu tahu mengapa Ia seperti itu? Ada apa dengannya? Tidak. Tidak. Jika kamu berfikir dia gila, aku tegaskan sekali lagi. Dia tidak gila. Tidak gila. Lalu kenapa? 
Ia hanya berusaha mencoba tersenyum di saat semua orang menjauh, di saat dunianya menjauh. Dia Eccedentesiast. Apa Ia salah menjadi Eccedentesiast? Apa Ia salah jika Ia tetap menjalani harinya di balik tangisannya? Apa dia berdosa jika Ia mencoba tersenyum walaupun sambil bersedih? Tidak.

Lalu, bukankah menjadi Eccedentesiast lebih baik dibanding seseorang yang selalu terpuruk dalam kehidupannya tetapi tidak pernah bangkit untuk mejalani hidup? Lebih baik mana? Menjadi Eccedentesiast bukan?  Ia berhasil! Ia berhasil tersenyum! Tersenyum dalam tangisannya. Ia manusia dengan sejuta rahasia yang dibawanya.
All Rights Reserved
Sign up to add SECRETS to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Breathe cover
My Bad Girl #BadSeries✔ cover
DIFFERENT TWINS [ END ]  cover
G in Luv (END) cover
Friendzone? cover
[END] Blind Rainbow cover
DESPERATE (COMPLETED) ✔ cover
COOL BOY [COMPLETED] cover
Our Times (Completed)  cover

Breathe

59 parts Complete

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-