Heart Carving About Taste

Heart Carving About Taste

  • WpView
    LECTURAS 1,356
  • WpVote
    Votos 292
  • WpPart
    Partes 21
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, mar 30, 2019
Hati bisa saja mengukir tentang seberapa jauh ia di jelejahi rasa, seberapa besar keinginannya untuk tetap bertahan menerima rasa. Rasa tidak selamanya indah, rasa juga tidak selamanya sakit. Semua berjalan seperti apa yang di kehendaki Tuhan. Semua hati pasti pernah di singgahi rasa, semua hati pasti juga pernah mengecap yang namanya rasa. Sama halnya dengan hatiku, teramat sering aku berurusan dengan rasa hingga hatiku begitu muak! Muak di permainkan oleh yang namanya rasa. Terlalu munafik jika aku bilang rasa itu jahat, nyatanya rasa pernah membuat hatiku tertawa. Terlalu naif juga jika aku bilang rasa itu manis, nyatanya rasa pernah membuat hatiku menangis bahkan luka akibat tergores. Ini hanya bicara soal rasa, rasa yang membuat hatiku berwarna. Rasa yang kadang membuat hatiku juga gelap. Semua itu tentang rasa. Rasa yang seberapa jauh memengaruhi hatiku. ••• RinaiSenja_
Todos los derechos reservados
#63
ungkapan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Dibawah Langit Yang Retak (joongpond)
  • 31 Months for You (Revisi)
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • MATI RASA
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido