analogi
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 19, 2018
analogi Analogi antara menuntut ilmu dan mendaki gunung Menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung yang tinggi. Saat kita menuju puncak yang tertinggi, akan banyak rintangan yang menghadang seperti jalan yang terjal, dan binatang buas yang mengancam. Jika kita melaluinya dengan benar dan dengan semangat yang tinggi, kita akan sampai di puncak dengan mudah. Namun, jika tidak, kita bisa saja terjatuh. Begitu pula dengan menuntut ilmu, akan ada banyak rintangan yang menghadang kita. Jika kita giat belajar dan termotivasi kita akan mencapai puncak yaitu kesuksesan. Sebaliknya jika kita tidak giat, kita tidak akan sukses. Oleh karena itu, menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung yang membutuhkan usaha dan motivasi yang tinggi untuk mencapai puncak atau kesuksesan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 3.478 MDPL, Menapaki Cinta Di Lereng Harapan
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula
  • Mountain i'm in love
  • Nightfall
  • The Dark Lord
  • THE CLIMB [Completed]
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • Dekapan (TAMAT)

Hujan mengguyur deras di jalan setapak yang berliku di kaki Gunung Latimojong. Awan kelabu menggantung rendah, seolah menantang siapa pun yang berani mendekat. Di antara dedaunan basah, seorang pria muda berdiri memandangi jalan yang akan ia tempuh. Namanya Arka. Arka datang ke tempat ini bukan hanya untuk mendaki gunung, tetapi juga untuk melarikan diri dari kenyataan yang menyesakkan dada. Hidupnya telah diwarnai oleh kehilangan, kegagalan, dan kekecewaan. Dunia kota yang bising dan penuh tekanan telah memisahkannya dari dirinya sendiri. "Latimojong," bisiknya pelan, "apakah kau akan menunjukkan jalan pulang?" --- Di satu sisi, ada Lia, Lia adalah seorang mahasiswi yang penuh perasaan, pendiam, dan sering kali menyimpan perasaannya dalam diam. ia memiliki perasaan yang dalam terhadap Arka, ia memilih untuk tetap diam dan tidak mengungkapkan perasaannya. Lia dikenal sebagai pribadi yang pendiam untuk beberapa orang yang baru dia temui, namun sangat perhatian dan bijaksana. Dalam kehidupannya, ia lebih sering memilih untuk mengamati dan merenung daripada berbicara terbuka. --- Apakah Arka bisa menghidupkan kembali ruang kosong dalam dirinya? Dan bagaimana dengan Lia dan perasaan nya untuk Arka? Yuk, baca ceritanya. Dan follow Author di Instagram @s.4yrs

More details
WpActionLinkContent Guidelines