Story cover for penguntit by younjachinggu
penguntit
  • WpView
    OKUNANLAR 22,256
  • WpVote
    Oylar 1,181
  • WpPart
    Bölümler 31
  • WpView
    OKUNANLAR 22,256
  • WpVote
    Oylar 1,181
  • WpPart
    Bölümler 31
Devam ediyor, İlk yayınlanma Oca 19, 2018
Yetişkin
Bagaimana jadinya jika seseorang atau kau yang selalu di amati disetiap detik, waktu, dan harinya.

Dengan rasa takut yang selalu menggebu gebu di dalam jantung mu, setiap kali kau keluar malam dan merasa tidak nyaman pada saat siang harinya.

Dan ternya rasa takut mu itu di karenakan oleh seseorang yang selalu mengamati mu setiap harinya. Baik di kantor, di jalanan bahkan hingga rumah mu sendiri.

Hingga akhirnya kau pun tau siapa lelaki itu.
Tüm hakları saklıdır
Eklemek için kaydolun penguntit kütüphanenize ekleyin ve güncellemeleri alın
veya
İçerik Rehberi
Ayrıca sevebilecekleriniz
Ayrıca sevebilecekleriniz
Slide 1 of 10
[COMPLETED] 7 Days cover
Crazy, But She's Mine(21+) cover
Midnight Love cover
My protective and perfect boyfriend cover
Sexy Daddy cover
Stop Bothering Me (LEONA X RAFAEL) cover
Nine Problems (END) cover
perfumed cover
My Senior cover
Mood booster cover

[COMPLETED] 7 Days

23 bölüm Tamamlanmış Hikaye Yetişkin

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.