The Curse Called Love

The Curse Called Love

  • WpView
    Leituras 399
  • WpVote
    Votos 118
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, fev 3, 2018
Kematian ayah dan adikku yang disebabkan oleh Bibi dan Nyonya Lily membuatku hidup sebatang kara sejak usiaku masih belia. Kehidupan pahit sudah kenyang kurasakan selama kurang lebih sepuluh tahun, hingga aku bisa menginjakkan kakiku ke tempat yang paling dekat dengan musuhku untuk satu tujuan. Balas Dendam. Dalam prosesnya aku bertemu dengan seorang laki-laki tampan di atap gedung tempatku bekerja. Aku mulai menyukainya. Dia berhasil menyentuh hatiku yang sudah lama beku oleh kerasnya kehidupan. Namun kenyataan pahit menguak, menjadikan dia bak seorang pangeran tampan terlarang bagiku.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • "LOVE AGAIN"
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • My Toxic Boss {END}
  • Be The One
  •  MY WIFE IS MY NURSE
  • YOU ARE MY MIRACLE ( MIRACLE SERIES #3 ) (COMPLETED)
  • LOVE STORY Lia
  • Angkasa #1 Unstoppable Love Series

Adeev tersenyum sinis dan mengangkat kakinya. Adeev menginjak luka di pundak laki-laki itu dan menekannya. Suara teriakan kesakitan menggema di kamar hotel. "Dulu mungkin aku terlalu bodoh untuk tidak langsung membunuhnya. Aku juga terlalu baik untuk tidak langsung menembak kepalanya. Tapi apakah kau tahu, karena dia dan dirimu aku menjadi sadar bahwa tidak seharusnya ada belas kasihan untuk siapapun." Laki-laki itu memegang kaki Adeev berusaha mendorong agar tidak menginjak pundaknya. Tapi Adeev justru semakin menekan luka itu. "Dee, apa yang kau lakukan!!" Adeev melepaskan luka tembak laki-laki itu dari injakan kakinya. Dan menatap Exell dalam-dalam tapi tidak lama kemudian para pasukan tim blacklion ikut masuk dan langsung mengamankan kamar hotel itu. Sedangkan ketua tim berlari dan memeriksa keadaan laki-laki itu. Saat tahu target mereka sudah tak sadarkan diri dengan bersimbah darah dan luka tembak. Dia bangkit dan langsung menodongkan pistol ke arah Adeev. ----------------------------------------------- "Ketika cinta harus kalah oleh dendam. Dan ketika dendam harus kalah oleh ketulusan. Saat kau harus mati-matian bangkit dari keterpurukan yang begitu dalam. Berusaha membangun tembok tinggi untuk melindungi dirimu. Menancapkan dendam pada hatimu sendiri agar membalaskan semua sakit yang kau rasakan, tapi tembok itu perlahan menjadi rapuh saat kau sadar dia tak pantas merasakan sakit yang pernah kau rasakan."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo