Call Me Baby

Call Me Baby

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 28, 2022
Halo! Selamat datang di keluarga William. Namaku Flora Jane, tapi kau bisa panggil aku Flo. Rumah kami memang tidak begitu besar, tapi lumayan kok. Kau bisa anggap seperti rumahmu sendiri, bukankah kita tetangga. Apa? Oh kau bukan... sori, kukira kau tetangga baruku. Kau tau, kemarin ada satu keluarga yang pindah ke dekat sini, kau bisa lihat rumah besar yang seram di depan itu? Mereka pindah ke sana. Bisa kau bayangkan ada seseorang yang betah tinggal di rumah yang sudah bertahun-tahun kosong itu? Tapi ada yang lebih buruk, Ibuku! Mom sangat senang ada keluarga yang pindah dan tinggal dekat sini, dia akhirnya bisa punya teman sesama ibu rumah tangga untuk diajak belanja bareng dan bergosip. Mom juga bilang keluarga itu punya dua anak laki-laki seusiaku. Matanya berbinar saat bilang begitu, BERBINAR! Aku sangat tau apa yang Ibuku pikirkan. Oh sudahlah, ayo masuk dan ikut aku. Akan kuceritakan lebih banyak.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • LISTEN | ENHYPEN
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • TOILOVE : TAEHYUNG (COMPLETE!)
  • Flora [Complete]
  • GRIZLEN {On Going}
  • Dear Heartbeat [COMPLETED]
  • Princess of My Heart [Completed]
  • Tingkat Tiga
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines