Americano Full Cream

Americano Full Cream

  • WpView
    Reads 319
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 4, 2018
Pengalaman cinta pertama memberikan banyak rasa yang dapat diceritakan, mulai dari mengungkapkan perasaan yang lama terpendam, sakitnya putus cinta, dan bagaimana besarnya kesan cinta pertama yang sulit untuk dilupakan. Riko dengan segenap tenaga yang dikumpulkannya untuk mengungkapkan cintanya yang telah lama terpendam kepada Risa, dan usahanya membuahkan hasil, cinta pertama untuknya. namun nasib ternyata berkata lain tanpa penjelasan apapun tepat 24 jam setelah mereka jadian, Risa memutuskan hubungan tersebut hanya dengan melalui short message (SMS). Perasaan Riko yang terluka namun tak dapat berbuat apapun, bagaimana Riko mempertahankan cinta pertamanya? apakah Risa benar-benar mencintai Riko? -----Enjoy & Happy Reading----- -Salam Kenal ; New Member Here-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • Kamu
  • SHETAN
  • Arsyilazka
  • Hilang dan kembali ✔ [Completed]
  • Aku,kamu,dan Dia Yang Membuatku Pulih
  • Cinta Dalam Diam
  • [END]Why Should I Love You?
  • Pengagum Rahasia  [REVISI]
  • Aku dan Dosenku

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines