Bek Yong

Bek Yong

  • WpView
    MGA BUMASA 57
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Jan 29, 2019
"Lelaki itu Cabek, Dan Aku Teyong." Kisah lelaki batu dan wanita tak tahu malu. Dekat bukan berarti satu, Diam bukan berarti bisu, Memang semua perlu waktu, Namun mengapa mataku masih saja tetap tertuju?
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Hear (Completed)
  • LEOLA
  • RAVARA
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • THE CLIMB [Completed]
  • AKSA
  • Between Falling And love
  • HaluNatasha
  • TROUBLE MAKER (OPEN PO)

"Menurut lo, kehidupan itu apa?" Kepalaku sukses menoleh lagi ke arahnya, oke ini sangat random. Seorang laki-laki yang baru ku kenal, duduk di sampingku, kemudian menanyakan tentang sesuatu yang tidak pernah kupikirkan sama sekali. "Hidup itu ketika kita bisa menghargai satu sama lain, peduli dan berbagi," jawabku sedikit ragu. "Dan ketika lo ngerasa nggak dihargai apa menurut lo, tetap bisa dianggap hidup?" Aku sedikit bingung. Namun aku akhirnya menganggukkan kepala. "Bagaimanapun kalau Tuhan belum jemput kita untuk pulang, mau sekeras apapun hidup ini, kita harus tetap hidup kan?" "Lelah sama hidup ini nggak?" ujarnya kembali menoleh. "Lelah, sakit, capek. Rasanya pengen mati aja," sahutku ikut menoleh ke arahnya. "Tapi, kalau kita ngeluh bukannya beban kita justru semakin bertambah? Dan kita malah jadi nggak bersyukur sama hidup yang udah Tuhan kasih."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman