Candy.
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 30, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Kamu sebenarnya manis kaya permen yang sering aku beli di warung opung tapi sayang kamu pelit senyum" - Chandita Abriani. Aby punya tetangga baru yang judes nya minta ampun. Jangan kan nyapa buat sekedar narik sudut di kedua bibir nya aja gak pernah. Muka nya datar udah kaya tembok apalagi kalau dia udah ngomel. Semua perkataan menyakitkan masuk kedalam hati orang yang ia omeli. Aby gak nyerah gitu aja buat si manusia kulkas itu tersenyum apalagi sampai nyapa duluan. Semua usaha sudah ia kerahkan sampai pada akhirnya Aby yang terjebak dengan perbuatan baik nya itu. Ia jatuh cinta. Jika jatuh cinta pada orang biasa akan jauh lebih muda bagi Aby untuk di gapai. tapi tidak dengan Nathan. Akankah Nathan bisa tersenyum pada nya dan membalas perasaan Aby?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • La Vie en Rose
  • [COMPLETED] 7 Days
  • DPD (Tamat)
  • Cerita Ci(n)ta Sang Asdos ✔ (Segera Terbit)
  • Di Balik Kacamata [END]
  • MISDIRECTED
  • Emotion Love
  • Terlanjur Resepsi
  • Anak Rahasia Sang Direktur Tampan

Wanita itu hanya menginginkan kesembuhan putrinya. Tak perduli bahwa harga dirinya akan terjun bebas. Mengemis dihadapan lelaki yang pernah singgah dihatinya cukup lama memang bukan ide yang bagus. Tapi, ia tak punya pilihan. Hanya cara ini yang bisa ia lakukan. Wanita itu berlutut dihadapan Jeffrey yang tengah mematung di depan pintu apartemennya. "Aku mohon Jeffrey. Aku rela melakukan apapun asalkan kau mau membantu putriku. Aku berjanji akan membayar berapapun untuk ini." Ucapnya dengan bersimbah air mata. "Putrimu juga putriku, Ciara." Batin Jeffrey dalam hati. Wanita itu hanya mengenakan sandal rumahan. Hanya mengenakan Baju seadanya, tanpa dilengkapi baju hangat. Mengingat cuaca diluar sana sedang tidak begitu bersahabat. "Berdiri Ciara!" Wanita itu masih menangis tersedu-sedu. "Aku bilang berdiri Ciara." Jeffrey meninggikan suaranya. Dengan perlahan Ciara berdiri dari berlututnya. Mensejajarkan tingginya dengan tinggi lelaki dihadapannya. Walaupun jarak tinggi mereka cukup jauh. Wanita itu hanya berhasil menatap dada bidang Jeffrey tanpa mendongakkan kepalanya. "Kau yakin mau membayar berapapun untuk itu?" Ciara mengangguk. "Berapapun dan apapun?" Wanita itu mengangguk lagi dengan lemah. "Puaskan aku malam ini. Kemudian aku akan memberikan apa yang kamu butuhkan." Ciara mendongak. Menatap Jeffrey dengan tatapan tak percaya. "Baiklah." Kali ini Jeffrey yang sedikit terkejut dengan jawaban Ciara. ~~~ Ini sebenernya dulu fanfiction Jaehyun NCT. Tp aku rubah jadi fiksi biasa. Nggak ada perubahan cerita. Emang aku unpublish terus ngulang publish lagi kayak dulu hehehe

More details
WpActionLinkContent Guidelines