Candy.
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 30, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Kamu sebenarnya manis kaya permen yang sering aku beli di warung opung tapi sayang kamu pelit senyum" - Chandita Abriani. Aby punya tetangga baru yang judes nya minta ampun. Jangan kan nyapa buat sekedar narik sudut di kedua bibir nya aja gak pernah. Muka nya datar udah kaya tembok apalagi kalau dia udah ngomel. Semua perkataan menyakitkan masuk kedalam hati orang yang ia omeli. Aby gak nyerah gitu aja buat si manusia kulkas itu tersenyum apalagi sampai nyapa duluan. Semua usaha sudah ia kerahkan sampai pada akhirnya Aby yang terjebak dengan perbuatan baik nya itu. Ia jatuh cinta. Jika jatuh cinta pada orang biasa akan jauh lebih muda bagi Aby untuk di gapai. tapi tidak dengan Nathan. Akankah Nathan bisa tersenyum pada nya dan membalas perasaan Aby?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Emotion Love
  • Unpredictable Love
  • La Vie en Rose
  • NAYANA (Complete)
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • DPD (Tamat)
  • Bertaut Rasa (Gratis)
  • ALRIN

"Apa yang kau lakukan Anye?" Tanya orang itu dengan angkuhnya. Anye. Gadis itu tidak bergeming di tempatnya. Pandangannya buram. Bukan ini yang ia pikirkan. Apa begini cara memperlakukannya setelah ia mengatakan mencintai laki-laki itu. Bukankah ini terlalu kejam. "Apa yang kau lakukan Anye?" Laki-laki itu mendekat. Menarik lengannya hingga Anye tersentak mendekat ke arahnya. "Apa kau berpikir jika semua kebaikanku berarti aku mencintaimu?" Lanjutnya kejam. "Aku..." Anye kehabisan kata-katanya. "Kau bilang.. bukan..." "Katakan yang jelas Anye. Aku tidak mendengarmu." Bisiknya tepat ditelinga gadis itu. Menahan suaranya agar tidak mengerang. Anye, gadis itu terdiam. Membiarkan nafas laki-laki itu menggelitiki telinga sampai ke lehernya. "Apa kau tidak pernah sekalipun menyukaiku?" Tanya Anye tertahan. Hardin tersenyum miring. "Pernah. Tentu aku menyukaimu Anye." Sesaat dada Anye terasa sedikit lega sebelum akhirnya laki-laki itu melanjutkan kata-katanya. "Kau baik. Aku menyukaimu sebagai teman yang mau berbagi keintiman denganku. Seperti ini....... Next to the story→ #1 adult 27/1/22 #1 mature 27/1/22 #5 romance 6/2/22

More details
WpActionLinkContent Guidelines