Story cover for Fate by oranganehwkwk
Fate
  • WpView
    Membaca 604
  • WpVote
    Vote 146
  • WpPart
    Bab 4
  • WpView
    Membaca 604
  • WpVote
    Vote 146
  • WpPart
    Bab 4
Bersambung, Awal publikasi Jan 21, 2018
"Kamu harus mendapatkan hati Steven. Kalau tidak, aku akan menghancurkan hidupnya," kata Violin sambil memegang keras dari 'Mister X'. 

"Ra, kok kali ini isinya beda sih?"

"Mana gue tau, Vi. Kan biasanya lo yang baca surat dari 'Mister X', secret admirer gue."

***

"Jangan harap lo bakalan dapetin hati gue ya. Gak sudi gue punya pacar nyolot kayak lo"

"Idih, lo kira gue mau sama lo? Jangan ke geeran deh ya, yang namanya Steven di dunia ini banyak, bukan lo doang. Siapa tau aja Steven yang disini itu orangnya ganteng, gagah, baik, ramah. Gak kayak lo! Dasar curut."

***

Brug!

"Woi! Hati-hati dong kalau jalan! Punya mata gak sih?!"

"Punya! Lo nya aja yang halang orang jalan!"

"Elo?! Awas lo ya!"

"Nama lo siapa sih?"

"Karla"

Deg!

***

Maaf ya kalau semua kata-kata nya gak baku, EYD amburadul, dan slow update. 

[Slow update]
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Fate ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#247kenyataan
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Lautan tak berujung cover
NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING cover
I T ' S   M E  cover
CLOSER cover
New TOY~jr.  cover
RadenRatih cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
My Unexpected Life✔ cover
Arsyilazka cover

Lautan tak berujung

31 bab Bersambung

"Rumah tidak harus berbentuk bangunan. Kamu, bisa anggap aku rumah, tempat mu kembali, tempat mu berpulang, dan tempat mu mengadu keluh kesah." -Baskara Evandro Xavier "Peluk luka ku, obati, dan jaga aku." - Lunabelle Vynessa Elwuriana. ..... Bagi Luna, mengenal Baskara merupakan anugerah terindah dalam hidupnya. Baskara datang membawa warna di hidupnya yang suram. Namun, "Luna, CUKUP!" teriak Baskara. Tapi Luna malah ngelirik dia sambil ketawa pelan. Senyum miring. Pandangan gila. "Apa lo takut, Bas? Takut gue lebih deket sama mereka daripada sama lo?" Detik itu juga... Plak. Baskara nampar Luna. Keras. Sampai Luna jatuh terduduk. Reno langsung maju, tapi Baskara udah mundur beberapa langkah. Muka Luna diem. Nggak nangis. Nggak kaget. Dia cuma senyum lagi. Lebih gila. "Lo akhirnya berani juga mukul gue ya..." Baskara gemetar. Tangannya masih ngangkat, tapi sekarang dia liatnya bukan Luna lagi. Yang dia liat cuma bayangan seseorang yang udah hilang. "Gue nggak bisa terus begini," suara Baskara berat. "Gue udah nyoba, Lun. Tapi lo nggak mau ditolong. Lo malah tenggelam. Dan sekarang lo narik gue juga." Luna diem. Baskara mundur, nafasnya berat. "Apa pun yang kita punya... sekarang udah nggak ada." Lantas bisakah keduanya tetap bersama?