Hai Naira, Mau Menikah?

Hai Naira, Mau Menikah?

  • WpView
    LECTURAS 53
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ene 24, 2022
"Kalau ketemu, bakal langsung diajak nikah," celetuknya di sore hari yang panas dan cukup beringas. Jantungku selalu berdesir setiap dia mengatakan kata 'nikah'. Hari ini sudah 4 kali dan jantungku sudah meletup-letup ingin meledak. "Menyerah saja. Lagi pula tipe kamu itu seperti apa? Sudah nenek-nenek, 30 tahun. Tidak usah membuat standar yang neka-neko." Sadarlah Naira! Ini adalah kode terkerasku selama belasan tahun ini. Alih-alih menanggapi, perempuan berwajah keras itu melengos dan melambaikan tangannya padaku, tanda ia akan pergi. "Yang pasti bukan laki-laki yang menelan patriaki akut! Aku juga belum kepikiran buat nikah. Mungkin lusa," jawabnya sambil terkekeh-kekeh. Ah tidak, lagi-lagi aku dibuat terkesima oleh bibir tipisnya yang melengkung bak bulan sabit itu. "Dasar feminis garis keras!" Teriakku menghebohkan hampir sebagian parkiran "Aku feminis garis lurus!" Balasnya sambil terkekeh-kekeh....
Todos los derechos reservados
#346
romans
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • syanin
  • Way To You (END)
  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • SEHINGGA CINTA + BIDADARI HAQIF LUTHFI
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • Shadows of Love
  • ONLY SIX BOYS
  • My Hottest Daddy [Hottest Series#3]
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )

"Nggak ada perempuan yang baik yang mau sama pasangan orang!" Teriak Keira menatap sengit ke arah Bagas. "Kei!" Teriak Bagas membalas teriakan Keira. Disini Bagas yang salah, bukan perempuan kecil yang tengah ia gandeng bahkan perempuan kecil itu sekarang ketakutan bersembunyi di belakang tubuh Bagas. "Apa karena pernikahan kita berawal dari perjodohan kamu bisa seenak jidatnya membawa dia pulang?" Tangan Bagas yang bebesa memijat keningnya, ia tahu jika masa lalunya akan terkuak juga. Bagas disini bukan tidak menghargai Keira tapi ia tidak tahu hal apa yang harus ia lakukan. "Pelankan suara kamu Kei. Dia tidak bersalah." Pinta Bagas dengan nada sedikit mengiba. "Lantas kenapa dia ada disini? Kemana jal*ng kamu itu?" Keira sadar saat ia menikahi Bagas, Bagas memang masih memiliki kekasih. Tapi tidak harus membawa ekornya ke dalam pernikahan yang baru menginjak usia empat tahun ini, bukan? "Keira, stop bicara kasar. Lebih baik kamu masuk kamar. Aku mau mengantar Lala ke kamarnya." Putus Bagas dengan melangkah masuk ke dalam kamar yang dulunya ditempati tamu. "Kamu memang kelewatan Mas. Aku sadar jika aku belum bisa memberikan kamu anak, tapi jangan pakai cara seperti ini." Selesai mengatakan itu Keira bergegas ke kamar utama, ia membanting pintu sekerasnya. Langkahnya menyapu ruangan yang banyak memberi kenangan manis dengan Bagas, kedua tangannya mengambil koper dan menyiapkan beberapa barang yang akan ia bawa pulang. Harga dirinya sangat tinggi, jadi saat Bagas membawa anak itu kesini maka dirinyalah yang harus pergi. "Apa-apaan kamu, Kei." Bagas yang selesai menidurkan Lala sontak terperanjat dengan keadaan kamar tidurnya yang sudah seperti kapal pecah. Jangan tanyakan apa yang dilakukan Keira. Melangkah keluar, ia mengusap sisa air matanya. "Aku mau pergi dari sini, dan kamar ini seperti ini sama seperti hatiku."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido