Ketika aku tidak akan pernah berhenti berlari mengejarmu, karena kamu adalah garis finish yang sedang berusaha aku raih.
Kak, andai kakak tahu, mengejar itu melelahkan. Anes merasa seperti hujan dan kakak seperti langit, langit yang membuang hujan sesukanya, dan hujan yang selalu bodoh mau kembali ke atas untuk dibuang lagi. Bisakah kakak memelankan langkah kakak sedikit saja, agar Anes bisa mensejajarkan langkah kita? - Vanesha Laluna
Gue memang seperti ini, beku adalah cara gue bertahan. Semoga lo tau Nes ,gue selalu berusaha mensejajarkan langkah kita, tanpa lo tau, gue selalu nunggu lo, andai lo sedikit bisa bersabar dan gak nerima bantuan orang dibelakang lo ketika lo lelah ngejar gue. - Benjamin Arthayuda
Gue gak tahu dia bodoh, bego atau tolol menyia-nyiakan lo Nes, gue gak minta lo berhenti berlari buat ngejar dia, tapi gue janji, gue akan selalu ada disamping lo saat lo kelelahan, dan gue akan selalu ada dibelakang lo menunggu dan berharap, semoga suatu saat lo bisa berbalik ke gue. -Arka Bagaskara
"kalau kak Benji natap lo lebih dari 5 detik, ada 2 kemungkinan, Nes. Yang pertama, dia bener-bener marah sama lo, dan yang kedua dia suka sama lo"
Kalian tau es? Beku dan dingin, seperti itulah Benjamin Arthayuda atau sebut saja Benji, lelaki nyaris tanpa kekurangan yang dicintai setengah mati oleh Vanesha Laluna, gadis yang ceria, semangat, lugu dan polos, gadis itu dengan gilanya memberanikan diri mengejar seorang Benji, dia tidak tahu saja Benji seperti apa, jika dijelaskan akan menakutkan, tampan tapi tidak punya hati, tapi bukan Vanesha namanya kalau tidak keras kepala, dia meyakini bahwa apapun yang dia inginkan pasti akan menjadi miliknya, dan ketika Vanesha sibuk mengejar Benji dan Benji yang sibuk menjauhi dirinya dari gadis itu, datanglah sosok Arka, sosok yang bertolak belakang dengan Benji, hangat dan lembut itulah Arka, Arka datang saat Vanesha lelah mengejar Benji.
DIA PERGI?!
~~~~~~
Sakit rasanya ditinggalkan oleh seseorang. Terlebih orang yang sangat amat dicintainya. Selamanya!
"Jika takdir sudah berkehendak, maka mau bagaimanapun aku bertahan, tetap akan pergi." ucap Natha menatap gadis didepannya dengan raut sendu.
"Dulu kamu pergi, lalu kembali.
Apakah akan pergi lagi?
Apakah bisa kembali?" balas gadis itu dengan air mata yang sedari tadi membasahi pipi.
Natha mengangguk, "aku akan kembali.." ia menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya. "Dalam wujud yang berbeda. Aku yakin, akan ada orang yang persis seperti aku yang akan menjadi pengganti untuk mu, Zefa"
Gadis bernama Queena itu menggeleng, "Aku sanggup jauh darimu. Tapi tidak untuk kehilanganmu" lalu ia memeluk Natha sangat erat.
Cowok itu mencoba tersenyum, walau berusaha sekuat tenaga menahan sakit ditubuhnya.
"Aku pergi, tugas aku udah selesai. Setidaknya aku pergi dengan pamit. Ayah udah kembali kayak dulu, dan tugas ku jaga kamu udah selesai." ujar nya.
-
Dulu, kita adalah seseorang yang sama sama kehilangan. Saling menguatkan, dan selalu menjadi support system satu sama lain. Kamu berjanji akan kembali. Namun setelah kembali, haruskah pergi?
-QUEENA ZEFANYA SHAGIL-
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Penasaran?
Ya dibaca lah, kalau suka ya divote. Kalo engga juga not problem.
Mati satu tumbuh seribu.
Cuma mau bilang 👻
'Tetep semangat ya, apapun yang terjadi. Hidup itu harus bisa menerima kritik dan saran. Agar kita bisa berkembang, gak stalk disitu saja. Kita juga gak akan tahu kan, kedepannya bakalan kaya gimana? Makanya jangan berhenti berkembang.
Jangan cari teman yang membuat mu merasa nyaman.
Tapi, carilah teman yang memaksamu untuk terus berkembang.
Orang hebat tidak dibentuk dari kemudahan, kenyamanan, dan kesenangan.
Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan, dan air mata.'
-Sv Outhor 'DIA PERGI?!'-