Sebuah Rasa (21+)

Sebuah Rasa (21+)

  • WpView
    Reads 21,783
  • WpVote
    Votes 199
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 28, 2024
[ follow untuk lebih banyak karya dan semangat untuk menulis, jangan lupa tinggalkan jejak ] Awas peringatan yg belum cukup umur harap jangan baca || dewasa21+ Aku terus berlari kencang, menjauh dari mansion besar itu, mansion yang seperti neraka bagiku. " Tenang baby, kau akan aman " aku berbicara pada perutku yg mulai membesar Dari arah belakang aku melihat segerombol pria tinggi berlari kencang ke arahku, sungguh aku luar biasa panik dan perutku mulai terasa keram dan sakit. " Tahan sayang sedikit lagi, mommy mohon " ucapkan sembari menahan sakit " Nona muda tolong berhenti " " Nona jangan berlari " " Pulang nona tuan muda akan segera sampai " Aku terhenyak mendengar kata " Tuan muda " sehingga tanpa sadar aku berhenti di tengah jalan dan sepersekian detik tubuh ku terpental karna hantaman hebat. " aaaaaaaaa " teriakkan samar - samar ku dengar saat tubuhku terpental dan hanya satu yang sangat aku khawatirkan saat ini yaitu " Baby Reavy"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KALA
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Farewell
  • Girl In White Lingerie (COMPLETED)
  • My Sugar Daddy(END)
  • Psycho #MILER2 (TELAH TERBIT)
  • Hellbound With You
  • 90 Days with Devil
KALA

Kala menegang di tempatnya berdiri. Bibirnya berkali-kali terbuka dan tertutup bergantian, tapi tidak mengeluarkan suara apapun. 'Demi apapun. Aku mengenal pria itu.' Ucapnya dalam hati. Bohong jika ia mengaku tidak mengenal pria itu. Lamunannya buyar oleh panggilan ibunya. "Sayang? Kau kenapa? Ada yang sakit? Kenapa kau berhenti disitu? Kemarilah." "A-Ah, ibu. Aku baik-baik saja." Jawabnya setelah menatap pria berkaca mata itu. Ia berjalan ke arah dua orang berbeda usia itu. Pria itu mengulurkan tangannya terlebih dahulu pada Kala. "Aku Anderson Sergio Brayton. Kau bisa memanggilku Andy." Kala berpikir jika ia berhasil melarikan diri dua tahun lalu. Tapi ia salah. Ia pikir, setelah dua tahun. Pria itu akan melupakan kejadian malam itu, sama seperti Kala yang sampai saat ini masih berusaha melupakannya. Walau ia tahu ia sendiri merasa kesulitan. **** "Aku sudah bilang padamu, kalau kau tidak akan pernah bisa menolakku. Mungkin kau bisa, tapi tubuhmu tidak bisa." Kala mendengus. "Kau masih sama. Tidak pernah memakai pengaman," "Hanya sebuah cara agar kau tidak bisa kabur dariku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines