We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Changed | END

Changed | END

  • WpView
    Reads 35,800
  • WpVote
    Votes 1,111
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 10, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue bermuka dua. Gue cuma menyesuaikan sikap dengan siapa gue berinteraksi. Gue juga bukan cewek pemilih. Tapi, menurut gue memilih itu perlu." ~Ayra "Gue tau, gue adalah orang yang sangat pemilih. Dia yang selalu menjadi dirinya sendiri, dia lah yang gue cari" ~Derrel "Gentle adalah kunci dari semua keajaiban dalam diri lelaki. Namun tak perlu berlebihan dalam menunjukkan rasa itu, cukup menjaganya, jika sudah berhasil memiliki" ~Vero Apakah benar Ayra bermuka dua sehingga Derrel membencinya? Dan benarkah Vero adalah orang yang tepat dianggap gantle oleh Ayra?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Si Paling Senior
  • Achilles
  • [#ADWS1] BARA [SUDAH TERBIT]
  • DEVAN & ADARA
  • terpaksa menjadi pacar sang ketua mafia.
  • RANZARES
  • ALTERIO
  • SI TAMPAN AERO
  • ALEA (TAMAT)
  • ARGAN [END]

Hallo semuanya, kenalin nama aku Aurelia Ainsley Emily, aku sering dipanggil dengan nama Aurel. Aku adalah seorang gadis yang duduk di bangku kelas 10 SMA Internasional yang terletak di kota Jakarta. Ya, aku adalah seorang gadis blasteran, yang mempunyai papah berdarah Amerika, dan mempunyai mamah berdarah Indonesia. Aku akui bahwa diriku adalah anak yang paling beruntung di dunia ini karena mempunyai keluarga yang harmonis, serta teman-teman yang sangat menyayangi diriku. Diriku ini hidup dengan penuh kasih sayang, dan penuh cinta. Tetapi sayang nya tidak dengan kisah cintaku. Ya, kisah cintaku bisa dikatakan sangat menyedihkan, sering kali aku meneteskan air mata di malam hari hanya karena ulah seorang laki-laki yang aku cintai itu. 𝓐𝓾𝓻𝓮𝓵𝓲𝓪 𝓐𝓲𝓷𝓼𝓵𝓮𝔂 𝓔𝓶𝓲𝓵𝔂 𝓢𝓪𝓲𝓭 "Sepertinya aku telah berekspetasi lebih padamu. Aku pikir kamu benar-benar tulus kepadaku, tapi nyatanya aku hanya menjadi batu loncatan agar kamu bisa melupakannya"

More details
WpActionLinkContent Guidelines