Ruang dialog

Ruang dialog

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 15, 2018
" "Kalau begitu, mengapa tidak membangun semestamu sendiri saja?" Di dalam keheningan, aku semakin jatuh cinta dengan Hujan. Gadis itu tertawa, berusaha menyembunyikan gema dunianya yang pecah tanpa sisa, "Rangkai kata, manipulasi realita. Ciptakan semesta di mana Hujan dan Senja bersama." Dan ketika matahari meredup meninggalkan plasma terakhir cahaya jingga, aku hanya sanggup mengangguk.____ Lewat kata, aku akan merajut dunia. Aku akan menciptakan mimpi di mana seorang pemuda dengan sayap bertahtakan rasi bintang melompati hukum fisika. Di mana pria tua dengan rumah penuh balon di udara berkelana mencari nemo, dan 42 Wallaby Way, Sydney adalah surga nestapa dengan sejuta rahasia. Di mana aku menciptakan formula yang mampu menghakimi jalan pikiran tujuh miliar dan sekian juta manusia di dunia. Dimana__ ___ dimana Hujan dapat mendengar suara heningku yang berkata "aku mencintai mu". Dan bila kau lihat nama Senja tertulis di pelupuk samudera. Saksikanlah wahai semesta dan semua organisme dunia. Inilah aku, senja yang mati terhempas gelombang distorsi. Dan aku tidak akan pernah kembali! "
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Langit Yang Tak Lagi Biru
  • ANGKASARAYA
  • The Last Birthday With You
  • JINGGA
  • Alicia Stories : In Another World
  • Rain And Tears [Proses Revisi]
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

Dalam pusaran semesta, Naray ńa Ascella dihadapkan pada sosok laki-laki yang hadir bak angan tentang malaikat berwujud fana. Dalam keheningan dunia yang meredup, ia muncul menjadi penawar, menjadi rumah di saat semua pintu tertutup rapat. Lelaki itu membimbing Rayna menelusuri liku-liku, menuju bahagia untuk dijamah. Ia menyulam keberadaan menjadi jalan setapak yang memimpin Rayna pada lentera, pada pengharapan yang terselip di ruam-ruam gelap. Namun Rayna sadar, tiada sesuatu yang abadi. Karenanya ia tak berhenti memohon agar semesta mengulur waktu, memberi ruang bagi mereka merajut kisah yang tertunda. Rayna ingin menyambut senja, menjahit puisi-puisi rindu, dan menyusun seluruhnya untuk pria yang menyandang pusat semestanya.. El Léor Arnawama Auriga. ___________________ Hanya sebatas kisah ilusi, Terimakasih telah menikmati... ___________________ 🏆rank 1 in #sanskerta 1 in #antologi 1 in #bait 1 in #usai 1 in #prosa

More details
WpActionLinkContent Guidelines