Antara Hujan Dan Pelangi

Antara Hujan Dan Pelangi

  • WpView
    LECTURES 262
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., juin 13, 2023
Hujan senantiasa memberikan kenangan, entah manusia itu sendiri yang mengaitkan atau malah memang hadirnya memberikan sesuatu. Namun hujan kali ini bukanlah kemanisan, melaikan tergambar seolah tangisan. Tak ada henti dan memang Tak ada yang tahu. Hingga sesekali pelangi Datang. Memberi napas untuk kehidupan lama, walaupun sejatinya tetap kebahagiaan itu tercipta untuk membahagiakan orang lain bukan untuk dirinya sendiri. Kumpulan puisi ini tidak selalunya sakit, sebab rasa syukur tak pernah berhenti. Air mata akan menjadi puncaknya. Sedih jika terlampau jauh akan mengeluarkan air mata. Bahagia jika terlampau indah akan menjadi tangis haru. Bukankah kopi itu enak dengan rasa pahitnya? Bukankah kepahitan kopi memancarkan sensasinya? Apakah rasa manis akan mengalahkan segalanya? Tentu tak akan enak jika tidak ada kepahitan di sela manisnya.
Tous Droits Réservés
#990
life
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Puja Puji Palsu
  • Temporary |End|
  • Aksara Tak Bertuan
  • CERPEN (END)
  • »The Love Behind Secrets!
  • JINGGA
  • Bulan yang Didamba Matahari
  • Kita Sedang Tidak Menjadi Manusia
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Yang Pernah Patah

Di dunia ini, ada dua jenis pujian: Yang bikin senyum tulus... dan yang bikin kamu pengin mandi tujuh kali, pakai air es, biar hilang semua bekas malunya. Buku ini jelas bukan tentang yang pertama. Ini tentang janji yang mudah diketik tapi berat dikirim. Tentang cinta yang datangnya cepat, perginya lebih gesit. Tentang rindu yang dinyalain lampu hazard-berkedip terus, tapi mobilnya parkir di tempat yang sama. Baca buku ini kalau kamu pernah: • Dibilang, "Kamu beda..." tapi akhirnya ditinggal karena, "Aku butuh yang lebih sama." • Dipuji setinggi langit, lalu langsung ditarik tagihan, "Eh, transferan udah masuk belum?" • Dikasih harapan hidup oleh satu kalimat manis, lalu dikeplak kenyataan dalam tiga detik dengan, "Tapi, ya gitu deh..." Puisi-puisinya manis di awal, pedih di tengah, dan bikin meringkuk di kamar mandi sambil nanya ke shower, "Kenapa hidup begini-begini aja, ya?" Karena pada akhirnya, yang palsu itu memang paling indah saat diucapkan... dan paling tajam saat coba dilupakan.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu