NANO NANO
  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 5, 2018
Kalau hidup bisa diibaratkan, Apakah hidup semanis Gula Merah kental yang jadi perasa di Es Cendol? Apakah hidup sepahit jamu godhogan yang biasa dijual dikedai jamu? Atau sepadu permen nano nano yang dulu pernah beken hingga sekarang entah dimana bisa ditemukan rasa asam manis kecut pedas permen nano. Sebegitukah kehidupan? Kehidupan keluarga? Kehidupan pertemanan? atau mungkin Kehidupan tentang mencinta. Aku tak tau juga. Yang aku tau. Hatiku telah remuk Ibarat roti marrie, Hatiku telah hancur seperti remahannya. Akankah ada yang bisa menyembuhkan luka hatiku dan membuatku nyaman kembali? Tanyaku disetiap sujudku kepada sang penciptaku.
All Rights Reserved
#15
girly
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BRAVEHEART (Tamat)
  • GEVRONZ
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • REVANO UNTUK REVA
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • MFS ✓
  • My Badboy
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun

Untuk pemesanan pdf hubungi admin. 082165503008 Admin Nana Seruni Arkadewi merasa dunianya runtuh satu persatu, saat sebuah kecelakaan merenggut kesempurnaan indrawinya. Kedua kakinya yang sebelumnya kuat dan lincah, kini menjadi timpang. Dan ternyata kemalangannya bukan hanya itu saja. Dimulai dari penghianatan kekasih dan sahabatnya yang menjalin hubungan di belakangnya, hingga desakan ayah tirinya yang ingin menikahkannya dengan seorang bandot tua karena harta. Muak dengan stigma bahwa takdir seorang wanita adalah di dapur, di sumur dan di kasur, Seruni minggat dari desanya. Ia ingin membuktikan bahwa seorang wanita dengan segala keterbatasan fisiknya, mampu berdiri di atas kakinya sendiri jikalau mau berusaha. Sementara itu, Antonio Brata Kesuma--sang anak sultan klan Brata Kesuma, paling tidak bisa mentolerir segala bentuk ketidaksempurnaan. Baginya semua yang cacat, tidak akan masuk hitungan. Baik itu berupa barang, ataupun orang. "Saya tidak minta dikasihani. Yang saya pinta hanya satu. Jangan menjadikan ketidaksempurnaan saya sebagai alasan untuk menjegal semua impian-impian saya. Saya memang cacat, tapi saya tidak bodoh. Saya mohon, izinkan saya berjuang." -Seruni Arkadewi- "Kamu itu selemah-lemahnya manusia. Sudah cacat, perempuan lagi. Sudahlah, terima takdirmu dan diam saja di rumah. Jangan mempersulit diri sendiri. Dunia ini keras. Ketahuilah, tekad tanpa amunisi, itu artinya bunuh diri. -Antonio Brata Kesuma-

More details
WpActionLinkContent Guidelines