Jelajah Nirwana

Jelajah Nirwana

  • WpView
    LECTURAS 17
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ene 22, 2018
Amrina menepi sesaat. Penat merayunya untuk istirahat. Ada pemandangan yang tak biasa yang menariknya keluar dari Livina. MaasyaAllah awan berarak putih disana. Angin lambat laun mengukir goresan indahnya di nirwana. Sampailah bau busuk menusuk hidungnya. Wew..bau apa ini? Ia menoleh ke kanan dan kekiri. Ternyata..
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dibalik Topeng Casanova
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • " Fate by Choice "
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • The Element Knights (Perjalanan Mengungkap Masa Lampau)
  • GURUKU IS MAHRAMKU
  • The Heiress Trap (Revisi)
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • BRIDE KIDNAPPING
  • Diantara Lensa dan Laba [Sequel Panggung Kraton: Mahkota Untuk Sang Selir]

"Lo boleh nolak... tapi lo nanti punya gw." - Revin Augustus Valecrest "Cwo kayak lo... bikin ilfeel." - Sienna Azzelya Vireaux ______________________________ Sienna Azzelya Vireaux - gadis dingin yang tak kenal apa itu perasaan - melangkah turun dari pesawat, satu per satu kakinya menyentuh landasan bandara Nova. Langit yang gelap, hujan rintik, dan angin yang menusuk tampak sesuai dengan apa yang tengah bergelung di hatinya - hampa, mati, dan penuh rahasia. Sienna tak punya hati yang lembut, tak punya perasaan manusiawi yang biasa dimengerti. Cinta, rindu, sakit hati... itu tak lebih dari sebuah kalimat klise baginya. Dalam hidupnya, hanya pertarungan dan darah yang punya makna - satu-satunya bahasa yang dia pahami. Ketika taksinya melintas di tengah kota, Sienna melihat pemandangan yang tak asing lagi: sekelompok pemuda tengah bersiap mencegat taksinya, dan sebuah pisau yang melintas di tengah hujan. Dalam dadanya, tak ada debar kasihan - yang ada hanya perhitungan: apa dia harus turun dan melawan, atau melangkah terus sesuai tujuannya. Sienna kembali ke Nova bukan untuk mencari kedamaian, tapi untuk menyelesaikan apa yang tak pernah selesai. Menghabisi hutang darah, menemukan kebenaran, dan menjaga satu-satunya hal yang dia punya: kekuatan. Dalam hatinya yang membeku, tak ada ruang untuk perasaan... hanya ada pertempuran yang menunggu.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido