ELENA#114

ELENA#114

  • WpView
    Reads 267
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 3, 2018
"Le? Kamu milikku" "Sadar lah rey, jarak umur kita sangat jauh" "Kurasa umur tidak masalah dalam suatu hubungan." "Menurutku iya" "Ayolah le, sejak kamu kecil aku selalu berusaha menjaga mu dan meyakinkan diri bahwa kamu memang untuk ku" "Bahkan aku kecil ,aku tidak pernah melihatmu" Karna kau masih bayi waktu itu. Dalam hati rey "Maaf O.M aku punya hati yang harus ku jaga, kuharap kamu mengerti dan atur lah jarak kita" .dengan memperjelas kata om yang membuat rey menggeram kesal dengan tingkah gadis bernama ele tsb "Tidak selagi aku belum memilikimu sepenuhnya" "Kumohon menjauhlah" . Ucap ele bersamaan dengan seorang rey yang suda berusaha mendekatinya dari 17 tahun yang lalu, rey tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun, karna perasaan yang tidak ia pahami Lelaki keras kepala yang lebih pantas dia sebut om berubah jadi orang yang tidak lebih baik dari seorang lelaki biadab ia merebut semuanya .termasuk kehormatannya Kekecewaan jelas ele tunjukan menyadari semuanya akan berakhir. ia rusak sekarang Ditambah kerinduan nya terhadap kedua orang tuanya "Mom, ele kangen" Lirihnya *
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Time Release
  • BarraKilla
  • Apa Salah Ku? [TIDAK DI LANJUTKAN]
  • bersinar bagai bintang
  • Resya's Journey Of Life?
  • D O M I N A N || RUPHA
  • Cold Ceo's Favorite Wife
  • AL AL GANG [Complicated]
  • (it's about) VERELINA
  • Sejarah Kita

"Kukira dulu kamu itu cinta sejatiku, yang takkan pernah meninggalkan bahkan walau hanya sekedar terucap kata perpisahan, ternyata aku salah, takdir membawamu menjauh dan itu awalnya sangat menyakitkan..." ~Prillyta Magdalena "Meninggalkanmu tak pernah terpikir, ucapanpun tanpa sengaja lolos dari bibirku yang dipenuhi emosi, ternyata dulu aku benar, kamu tak ada disosok manapun...dan akhirnya... aku merasa kehilangan..." ~Alifthra Nahendra "Umi, Abi, please, kembali sama-sama, kami rindu menangis dalam pelukan dan tertawa dalam canda bersama..." ~Bie dan Qie Nahendra saat cita tak lagi sama, saat cinta tak lagi bersama, saat semua tak lagi indah seperti sebelumnya, bisakah waktu mengembalikan rasa yang sudah terlanjur luka karna kata? "TIME RELEASE"

More details
WpActionLinkContent Guidelines