
Satu detik jelmaan masa lalu, yang menggenggam ego mengecup naluri. Kala hati telah jatuh dan enggan kembali, pada insan tak tau nurani. Ucapan maaf keluar dari mulut pendusta hanyalah se-sosok formalitas menakutkan. Sejujurnya ia tak peduli. Harta dan nafsu kehidupan pikirnya lebih berarti. Bukankah melodi cinta tak hanya mengarah pada kenikmatan semata?All Rights Reserved
1 part