Story cover for See The Rain by yesicaavd
See The Rain
  • WpView
    Reads 6,681
  • WpVote
    Votes 236
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 6,681
  • WpVote
    Votes 236
  • WpPart
    Parts 5
Complete, First published Jan 23, 2018
Pernahkah terbersit di benakmu seperti apa bumi bertahun-tahun mendatang? Pernahkah kau membayangkanya? Apakah akan terasa seperti surga atau sebaliknya? 
Apakah kau pernah meniliknya?
 
Kalau kau bertanya padaku maka aku akan menjawab "Pernah."
 
Namaku Sandra dan ya, aku pernah menilik masa depan.
All Rights Reserved
Sign up to add See The Rain to your library and receive updates
or
#60hiburan
Content Guidelines
You may also like
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
Behind the Chill of the Night Wind (HIATUS) by suki_luxu
36 parts Ongoing
Di dunia yang telah dilupakan para dewa, siapakah yang masih layak untuk mendekati jalan seorang Transcendents? Dalam bayang-bayang sejarah yang terkubur dan bisikan gelap dari sesuatu yang tak terlihat, dunia terjebak antara harapan dan kehancuran. Apakah cahaya yang menyinari kita benar-benar menyelamatkan, atau justru kegelapanlah yang memahami manusia? Ania, seorang gadis berusia 17 tahun yang hidup sebagai budak, telah lama kehilangan arti kebebasan. Setiap langkahnya di pasir panas adalah pengingat bahwa ia hanyalah komoditas-diperdagangkan oleh tangan-tangan yang kejam dan mata yang haus kuasa. Namun di balik tatapan kosongnya, ia menyimpan sesuatu yang bahkan para Dewa pun takutkan: takdir yang belum ditulis. Dunia yang ia kenal dipenuhi kekerasan, perbudakan, dan kemunafikan, tapi juga tersembunyi di dalamnya adalah fragmen-fragmen kekuatan kuno-Buku Terlarang, Kutukan purba, Artefak misterius, dan pecahan kekuatan para Dewa dan Dewi yang telah lama menghilang. Segalanya berubah pada suatu malam saat ia dijual. Ia dibeli oleh seorang pria berjubah hitam dengan pedang tersarung dan sepasang anting kristal biru yang tampak meminum cahaya malam. Dengan satu keputusan, takdir Ania terlepas dari rantai dan masuk ke dalam dunia yang lebih luas-dunia para Transcendents. Ini adalah kisah tentang seorang "Dreamer" dalam dunia yang telah kehilangan harapan. Tentang sejarah yang tidak pernah dituliskan secara benar-sebuah "Bizarro History" yang menanti untuk diungkap. Dan tentang kebangkitan seorang gadis yang mungkin menjadi kunci. --- Update: Jum'at, Sabtu, Minggu (Aku usahakan). --- [Top Rank] #1 Fantasi [02-06-2025] #1 Fantasi Gelap [17-06-2025]
You may also like
Slide 1 of 9
Eliinaa cover
in ROOM cover
Behind the Chill of the Night Wind (HIATUS) cover
E'TheReal: Eternal Sunshine of Sequoia cover
Senyawa Abu-abu { F I N I S H } cover
Agape [FANTASI KERAJAAN] cover
(Book 1) Gadis Yang Terlempar Ke Bhumi Javacekwara (END) cover
Permainan Takdir [TAMAT] cover
THE SECOND ENDING [END] cover

Eliinaa

5 parts Complete

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.