Story cover for Would You Be Mine? by only4mielle
Would You Be Mine?
  • WpView
    Reads 743
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 26
  • WpView
    Reads 743
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 26
Ongoing, First published Jan 23, 2018
[ Cerita sedang dalam tahap revisi. Update chapter setiap seminggu sekali 1 ch. ]

___________________________________________________

"Karena setiap ada Cinta selalu ada Benci"

Cinta dan benci itu beda tipis. Saat kita membenci seseorang, kita ingin memberinya penderitaan. Sedangkan saat kita mencintai seseorang, kita ingin mengambil penderitaannya. Saat kita membenci, ingin sekali membuatnya meneteskan air mata. Dan saat kita mencinta, maka ingin kita menghapus air matanya.

Setia dan bodoh itu hampir sama. Itulah yang dirasakan Camellya saat ini. Bodohnya dia meminta Dhito untuk menjadi sahabatnya, yang hanya membuatnya makin sakit hati. Cinta yang menggerakkan isi hatinya, kini berubah menjadi benci yang mendalam. Harapan yang Dhito berikan untuk ketiga kalinya, membuat hati tulus gadis ini hancur berkeping-keping. Dilema antara cinta dan kebencian, manakah yang menjadi pilihan Camellya?

Cinta dengan kesetiaan yang bodoh? Ataukah Benci dengan perjuangan sebagai sahabat?

___________________________________________________

✨Selamat Membaca!✨

Story by Mielle 🦄
All Rights Reserved
Sign up to add Would You Be Mine? to your library and receive updates
or
#9dhito
Content Guidelines
You may also like
F A K E ? [End] by zeevadeva__
58 parts Complete
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
You may also like
Slide 1 of 10
MahaRani [END] cover
Aku Menyerah (COMPLETED) cover
F A K E ? [End] cover
Possessive vs Bad Girl [COMPLETED] ✔ cover
Mengejar hati (IGNORE) [END] TELAH TERBIT cover
MALVEN ALVITO [Terbit] cover
Coffee Of My Life cover
DEVIAN [END] cover
ARLANDIRA (TAMAT) cover
NOISY SOUL [Ongoing] cover

MahaRani [END]

101 parts Complete Mature

Satu kesalahan bisa dimaafkan. Dua kesalahan mungkin masih bisa dimengerti. Tapi bagaimana jika kesalahan yang sama terus terjadi pada orang yang sama-di hari yang sama? Ia adalah pria yang tampak cuek dan sulit ditebak, tetapi jauh di dalam hatinya, ia adalah seseorang yang hangat dan penuh perhatian. Dan tanpa disadari, kesalahan demi kesalahan justru menjeratnya dalam perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Bukan kebetulan. Bukan sekadar takdir yang iseng. Untuk pertama kalinya, ia jatuh cinta-bukan karena pertemuan manis, melainkan karena rasa bersalah yang menumpuk hingga membuatnya tak tahu bagaimana cara mengucapkan satu kata sederhana: maaf. Tapi apakah permintaan maaf saja cukup untuk membuka jalan menuju hatinya? Ikuti kisah mereka dan temukan jawabannya dalam perjalanan cinta yang dimulai dari serangkaian kesalahan! #End - 5 Maret 2021 #End Revisi - 5 Agustus 2021