E K S E N T R I K

E K S E N T R I K

  • WpView
    Reads 488
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 3, 2019
Manusia memang mengagumkan. Mereka memiliki rasa dan pikiran yang berbeda satu sama lain. Namun terkadang berbagai paradoksal setara atau filsafat yang berlebihan bisa membuat mereka agak sinting. Jauh di alam bawah sadar. Tersembunyi di ruang terkelam dan terlembab. Tinggal dalam dimensi berbingkai tanpa batas waktu. Mikrob pemikiranku membelah diri. Bertumbuh bagai embrio dalam kandungan. Seolah mereka memiliki rasa dan sudut pandang sendiri. Semakin lama semakin bertumbuh. Menjadi bengis dan tak terkendali. Tak lagi ada cukup ruang bagi mereka. Sampai akhirnya mereka merombak gerbang alam bawah sadar. Merangkak menuju alam sadar manusia. Mengintimidasi dengan bisikan lembut namun menusuk. Dan suara-suara itu tak ingin dihapuskan. Karena aku menyukainya. Apa kau juga merasakan 'itu'?
All Rights Reserved
#82
thoughts
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOESIS [END]
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • E'TheReal: Eternal Sunshine of Sequoia
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • Evanescent
  • Mental Disease
  • psychologycal
  • 𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ]
  • To Be Honest [EUNBO]

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

More details
WpActionLinkContent Guidelines