Jalan Menuju Pulang [Sudah Terbit]

Jalan Menuju Pulang [Sudah Terbit]

  • WpView
    Reads 2,069
  • WpVote
    Votes 165
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 6, 2020
Farah Firdhausa, gadis kecil beruntung karena terlahir dalam keluaga yang lengkap, harmonis, cukup dan sederhana. Farah memiliki dua kakak perempuan, satu kakak laki-laki dan satu adik laki-laki. Farah kecil yang manja, penuh tawa, dan kebahagiaan dimasa kecilnya kini berbeda ketika beranjak remaja. Menjadi gadis yang tangguh dan dewasa. Jika dulu selalu merasa bahagia dengan orang-orang terpenting disekitar nya, namun tidak sejak mengetahui kenyataan sebenarnya dimasa lalu, kenyataan yang pahit yang sempat menghalangi langkahnya. Diumur nya yang semakin beranjak dewasa, Farah justru semakin merasa kehilangan. Yang mengharuskannya untuk terlatih mandiri dan tegar menghadapi dunia yang fana. Azzam Syatir Rasikh, seorang kakak yang memendam rasa sedih nya sejak kecil membuatnya trauma dan hilang tujuan. Tidak punya arah kemana dia akan pulang. Ingin membenci namun tidak akan pernah bisa mengulang yang pernah terjadi. Perihal waktu, sedetikpun tidak akan pernah bisa kembali. Sekarang kemana dirinya akan pergi? Pulang, hanya akan membuatnya sakit menerima kenyataan. Lantas? Bisakah Farah dan Azzam berdamai dengan masalalu mereka?
All Rights Reserved
#188
pulang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Dzikir Sendu Sang Perindu ✓
  • LOVE IS DESTROYED [COMPLETED]
  • Cinta Neng Zulfa
  • BUKAN PILIHAN KU
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • Dari Tetangga Jadi Rumah Tangga (HIATUS)
  • Gus Ali Abizar {SELESAI}
  • Cintailah Aku, Mas Santri! [TERBIT]

"Tentang hari ini Dik, seni mencintaimu harus ku akhiri dengan kesedihan dan kebahagiaan yang mendalam. Kau sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini kau cari. Salut untukmu Mil, kamu perempuan hebat. Dan ku titipkan semua aksaraku padamu, sebagai bait kata yang menemukan penyair baru. Puisiku akan terus tumbuh, meski aku tak lagi dapat merangkainya" Kisahh ini bercerita tentang Anima, gadis cantik asal Solo yang sedang dalam tahap berhijrah. Ia bukan seorang pendosa. Namun, betapa susahnya istiqomah menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih lagi, hal yang lebih sulit dialaminya ketika keimanannya diuji oleh hadirnya sosok Andika Ahmad Firdaus dalam hidupnya. Teman SMA yang sedang menjalani pendidikan TNI. Seseorang yang hanya bisa dirangkul dari jauh tanpa bisa menyentuhnya. Memeluknya dalam hati, mencintai sendirian. Iman yang kokoh bahkan sesekali tersungkur, membuatnya lelah dan selalu dalam keputus asaan. Hingga pada akhirnya, melepaskan adalah sebaik-baiknya bentuk mengikhlaskan. Sebab jatuh cinta adalah takdir, mencintai adalah pilihan. Dan Anima telah memilih untuk mencintai dengan cara yang paling menyakitkan. "Akan ku kantongi kegagalanku hari ini. Tidak akan ku buang. Nanti akan ku lihat kembali ketika kemenangan sudah menghampiri." Hatiku yang berkata. Rancu. Setiap hari selalu rasa letih yang ku rasakan. Entah apa yang membuat aku setegar itu sampai saat ini. Hanya iman yang kumiliki. Ini adalah kisah muslimah yang merangkak menemui Tuhannya dalam cinta yang tak seharusnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines