Story cover for Bacot vs Humoris by sukamolor
Bacot vs Humoris
  • WpView
    Reads 14,433
  • WpVote
    Votes 462
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 14,433
  • WpVote
    Votes 462
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Jan 24, 2018
Divia Fadelia
Cewe bacot yang bantetnya parah banget ampe dikatain cebol mulu, cewe yang demen tebar pesona sampe pacaran sana sini, tapi entah kenapa dia tidak bisa mendapatkan satu cowo humoris yang satu itu, iya yang satu itu, si Zidan Delano

Zidan Delano
Cowo humoris yang demennya ngelawak sana sini, pengalaman pacaran bener-bener nol, orangnya enjoy, kalo suka sama cewe pasti mendem rasa, entah kenapa dia mulai tertarik pada satu cewe yang mengintilinya terus menerus, iya cewe itu, si Divia Fadelia

Jadi gimana kisah kelanjutannya?
All Rights Reserved
Sign up to add Bacot vs Humoris to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Kasat Rasa [Ongoing] by Sandrialova
11 parts Ongoing
Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?
Boneka Ungkapan Sayang by KholifahZean
12 parts Complete
"Maksud lo?" "Ya secara lo kan nanti beruntung, dapat laki-laki tampan, cerdas, dan mempesona kayak gue," "Ck, lebih baik gue sama Kak Nusa aja. Di banding sama cowok menyebalkan kayak elo itu." ujar Ziva sambil menunjuk kearah cowok tersebut. "Gue saranin lo jangan deket-deket sama manusia kutub kayak dia deh." "Kenapa? Lo suka juga sama dia?" "GUE NORMAL YA ZIVA! Gue ini masih suka sama cewek!!!" "nggak percaya gue. Gue liat lo lebih sering sama temen cowok lo." "Makanya punya mata tuh dibuka! Gini nih akibatnya kalo punya mata sipit. Tapi, digunain cuman buat merem doang," Ya, itulah Ziva. Siapa yang tidak mengenalnya? Seorang siswi pindahan dari London yang langsung membuat geger satu sekolahan karena suatu hal yang sepele. Apalagi penampilannya yang berbanding terbalik dengan sikapnya. Membuat orang tercengang dengan gadis tersebut. Begitupun dengan cowok famous bernama Jonathan. Tiap harinya ada saja yang di ributkan sampai membuat sahabat-sahabatnya mengelus dada. Tapi, ketika Jonathan dan Ziva makin akur. Suatu hal yang tak terduga terjadi. Ketika seseorang dimasa lalu Ziva hadir mengusik kehidupan Ziva sekarang. Bukan hanya itu dia juga selalu memberikan Ziva sebuah boneka yang tentu saja itu sebuah hadiah yang sangat Ziva sukai. Tapi, dibalik itu semua membuat Ziva diatas kebimbangan mengenai perasaannya. Akankah ia memilih masa lalunya? Atau memilih Jonathan yang merupakan sosok yang baru singgah dan memberikan warna di hidupnya? Early publish 171120 MAAFIN KHANIFAA YA, APABILA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN ATAU KESAMAAN DALAM ALUR, TOKOH, TEMPAT, ATAUPUN KARAKTER DALAM TOKOH. KARENA ITU TANPA UNSUR KESENGAJAAN. DAN JUJUR AJA CERITA INI TUH REAL DARI IMAJINASI KHANIFAA SENDIRI. JADI, DIMOHON BUAT PARA PLAGIAT JANGAN PLAGIAT CERITA KHANIFAA KARENA BUAT CERITA ITU BUTUH PERJUANGAN
You may also like
Slide 1 of 9
Kasat Rasa [Ongoing] cover
Stay? [COMPLETED] cover
ADDICTED  cover
Mrs. Comblang [Completed] cover
Boneka Ungkapan Sayang cover
Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔ cover
Pretty Boy But Cool~ cover
My Teacher My Husband cover
Mystery (Delshel) cover

Kasat Rasa [Ongoing]

11 parts Ongoing

Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?