Catatan Hujan

Catatan Hujan

  • WpView
    Membaca 47
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Feb 10, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
Aku suka menyendiri. Senang menonton hujan turun. Gemar menulis kala senggang. Sayang, aku mau menceritakan bagaimana hari-hariku tanpamu, bagaimana kesan pertemuan pertama kita dan bagaimana rasanya dalam hatiku saat engkau disana--ujung tempat yang belum sempat kugapai saat ini. Aku benci waktu, aku benci angin dan aku tak suka dengan Bulan bersama kerabatnya si Matahari. Mereka selalu menyinggung tentangmu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#165
village
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tiga Belas Misi ✔️
  • SELENOPHILE
  • Bulan Matahari
  • Rainy Day (complete)
  • BULAN (END)
  • Alice & Adrian
  • RAIN [END]
  • Cinta untuk Senja.
  • Mentari Tanpa Sinar
  • "Singgah"

"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan