Story cover for Penyesalan Terdalam by Sintia_nabila
Penyesalan Terdalam
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 24, 2018
Hari itu hari yang kunantikan selama 3 tahun,mungkin bukan hanya penantian ku tapi banyak siswa kelas 3.
Dengan perasaan takut campur cemas aku membaca pengumuman ternyata aku termasuk dalam daftar panjang siswa yang lulus ujian bahagia namun disisi lain aku tak ingin bermimpi untuk meneruskan ke perguruan tinggi karena aku tau itu tak akan terjadi. berita bahagia itu aku sampaikan pada orang yang selalu mendoakan ku yaitu MAMA. Dengan mata berkaca-kaca mama mengingatkan aku .

"ingat nak,semua belum berakhir masih ada lagi setelah ini." Ucapnya.

"iya, mama  menginginkanku masuk ke institut Pemerintahan dalam Negri. Sebenarnya bukan cita citaku jadi pegawai negeri apalagi berkhayal bersekolah di IPDN. TApi tak apalah semua untuk mama.

Terdengar bunyi hpku pesan singkat dari pacarku panggil saja dia Fajar.

"san gimana hasilnya?" tanyanya

"Alhamdulillah jar. Aku Lulus kamu sendiri giamna jar?"balasku

Lama sekali aku tunggu namun tak kunjung ada balasan. Aku terbangun oleh suara HP yang ternyata telepon dari Fajar.

"Assalamualaikum dan,maaf tadi aku ketiduran"
terdengar suara dari seberang
"Ya jar,gpp" jawabku

Kita berbicara seperti biasa namun pada akhir pembicaraan Fajar mengutarakan keinginannya untuk *mengakhiri hubungan kita*.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Penyesalan Terdalam to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
DIA ADALAH NAJA by ift2000
88 parts Ongoing
*** Aku Nasya Anindya Arkana. Lebih mudahnya, sebut saja Naya. Hari ini adalah hari kelulusanku, setelah kurang lebih empat tahun lamanya aku menempuh pendidikan strata satu di kampus yang ada di ibukota provinsi. Aku satu-satunya anak orang tuaku, maka dari itu sifatku sedikit manja, tapi aku juga mandiri kok. Papaku adalah Papa Arkana, beliau pemilik salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti. Kalau Mama, namanya Gayatri. Agar lebih mudah mengingatnya, sebut saja Mama Iyat. Beliau adalah istri Papa, Mamaku. Mama gak kerja, karena yang kerja anak buahnya. Mama punya beberapa butik di beberapa kota, salah satunya di kota tempat tinggal kami sekarang. Ah iya, aku hampir lupa. Aku juga punya seorang kekasih, dia dua tahun lebih tua dariku. Dia anak dari sahabat Papa. Kami bertemu sejak aku berusia delapan belas tahun, ya benar, saat aku menjadi mahasiswa baru di kampusku. Kekasihku itu dulunya seorang presiden mahasiswa, aku beruntung karena bisa mendapat banyak pelajaran darinya. Kebetulan kami juga mengambil jurusan yang sama, jadi jika aku tidak paham dengan mata kuliahku, dialah yang membantuku dan menjelaskan ulang hingga aku paham. Hubungan kami sudah berjalan sekitar tiga tahun. Lalu satu tahunnya bagaimana, bukankah aku kuliah selama empat tahun? Ya, satu tahunnya adalah masa pengenalan, pendekatan dan perkelahian. Hampir setiap hari dia mengusiliku, katanya agar aku selalu mengingatnya walaupun yang kuingat hanya tingkahnya yang mengesalkan. "Naya, kamu sudah bangun nak, cepat siap-siap" ucap Mama Iyat dari luar kamar. "Iya Ma, ini mau siap-siap" sahut Naya. Naya menutup laptopnya setelah mengupload beberapa kata yang barusan dia ketik disana.
You may also like
Slide 1 of 9
DIA ADALAH NAJA cover
NARENDRA, SPOILED HUSBAND (END) cover
Suddenly Marriage cover
Maaf' (Revisi) cover
Black Marriage [SELESAI] ✓ cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
Jomblo di eskul Pramuka cover
Istri kampung ku  cover
ALLETA cover

DIA ADALAH NAJA

88 parts Ongoing

*** Aku Nasya Anindya Arkana. Lebih mudahnya, sebut saja Naya. Hari ini adalah hari kelulusanku, setelah kurang lebih empat tahun lamanya aku menempuh pendidikan strata satu di kampus yang ada di ibukota provinsi. Aku satu-satunya anak orang tuaku, maka dari itu sifatku sedikit manja, tapi aku juga mandiri kok. Papaku adalah Papa Arkana, beliau pemilik salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti. Kalau Mama, namanya Gayatri. Agar lebih mudah mengingatnya, sebut saja Mama Iyat. Beliau adalah istri Papa, Mamaku. Mama gak kerja, karena yang kerja anak buahnya. Mama punya beberapa butik di beberapa kota, salah satunya di kota tempat tinggal kami sekarang. Ah iya, aku hampir lupa. Aku juga punya seorang kekasih, dia dua tahun lebih tua dariku. Dia anak dari sahabat Papa. Kami bertemu sejak aku berusia delapan belas tahun, ya benar, saat aku menjadi mahasiswa baru di kampusku. Kekasihku itu dulunya seorang presiden mahasiswa, aku beruntung karena bisa mendapat banyak pelajaran darinya. Kebetulan kami juga mengambil jurusan yang sama, jadi jika aku tidak paham dengan mata kuliahku, dialah yang membantuku dan menjelaskan ulang hingga aku paham. Hubungan kami sudah berjalan sekitar tiga tahun. Lalu satu tahunnya bagaimana, bukankah aku kuliah selama empat tahun? Ya, satu tahunnya adalah masa pengenalan, pendekatan dan perkelahian. Hampir setiap hari dia mengusiliku, katanya agar aku selalu mengingatnya walaupun yang kuingat hanya tingkahnya yang mengesalkan. "Naya, kamu sudah bangun nak, cepat siap-siap" ucap Mama Iyat dari luar kamar. "Iya Ma, ini mau siap-siap" sahut Naya. Naya menutup laptopnya setelah mengupload beberapa kata yang barusan dia ketik disana.